Terminologi “Portable” dan “Portability” Yang Menyesatkan


Terminologi “Portable” dan “Portability” Yang Menyesatkan

Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan terminologi (istilah) “Portable” dan “Portability”, apalagi sekarang sedang zamannya penciptaan dan keberadaan beragam tekhnologi yang mengedepankan portabilitas, mobilitas, dan konvergensi.
Namun yang patut kita sayangkan, Kedua terminologi tersebut di atas seringkali penulis dengar dan baca telah di/ter-salah-artikan oleh banyak pihak sehingga membingungkan dan menyesatkan pemikiran orang lain, dimana terminologi “portable” hanya diartikan sebagai “sifat perangkat yang mudah dibawa kemana-mana dan mengandung tingkat mobilitas pada skala tertentu”.
Sedangkan menurut Penulis (dan kemungkinan besar banyak orang lainnya), arti dari sifat “portable” tidak hanya seperti yang telah disebutkan, namun juga HARUS mengandung sifat “kemandirian” / “self-sufficient (cukup diri)”, yang bisa dijalankan langsung secara “praktis” “tanpa melalui proses instalasi” dan “tanpa kebutuhan perangkat lunak lainnya yang kompleks secara kuantitas serta tidak dibutuhkan spesifikasi perangkat keras yang tidak umum.

Sebelum melangkah ke pembicaran yang lebih jauh, Penulis menekankan bahwa sebagai fokus konten pada artikel ini adalah Perangkat Lunak Dunia Tekhnologi Komputasi yang bersifat “Portable”.
Kita sudah tentu seringkali mendengar dan/atau membaca sebuah penawaran sebuah perangkat lunak (software) yang menurut divisi periklanannya, produk yang ditawarkan (dengan pembelian ataupun cuma-cuma) adalah produk perangkat lunak yang bersifat “portable”, namun setelah produk dicoba oleh pihak User (Pemakai), ternyata perangkat lunak tersebut memang ‘mudah dibawa kemana-mana’, namun ternyata ‘tidak bisa kemana-mana’ alias tidak bisa diaplikasikan pada dan dijalankan langsung dari perangkat portable (seperti USB Removable Drives) kita yang kita gunakan sebagai tempat menampung produk ‘portable’ tersebut.
Alhasil, penyesatan pikiran, kekecewaan, kesedihan, mungkin kemarahan, penyesalan, dan keluhan kita lah yang akhirnya mengucur deras dari kepala dan mulut kita hingga sampai ‘kemana-mana’.

Secara lebih mendetail:
Portable Software adalah Perangkat lunak yang:

  1. Mudah dibawa kemana-mana dan mudah dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya, sehingga orientasi portabilitas dan mobilitas bisa terpenuhi,
  2. Bersifat mandiri dan self-sufficient (cukup diri), sehingga dalam proses aplikasi dan eksekusi software, tidak dibutuhkan perangkat lunak lainnya (seperti library) yang kompleks secara kuantitas,
  3. Praktis, yang mana bisa dijalankan langsung secara mudah “tanpa melalui proses instalasi”,
  4. Tidak membutuhkan spesifikasi perangkat keras (hardware) yang tinggi (high-end level) dan kompleks dari segi kualitas maupun kuantitas,
  5. Memiliki orientasi ukuran data/file program yang relatif kecil, sehingga tidak terlalu ‘memakan’ drive space,
  6. Bersifat Sederhana, ringan dalam proses namun memiliki nilai bobot kualitas yang sebanding dengan Non-Portable Software,
  7. Hanya membutuhkan waktu singkat dalam proses aplikasi, eksekusi, dan real time-nya,
  8. Tidak terlalu membebani memory dan CPU, sehingga meminimalisir terjadinya crash program/error programming/bug/buffer overflow yang ujung-ujungnya menyebabkan terminated system (frozen/hang machine),
  9. Mudah digunakan (user friendly), sehingga User tidak mengalami kesulitan hanya untuk menemukan tombol Exit setelah kecewa karena environment software sulit dipahami dan software sulit digunakan.
  10. Tersedia untuk banyak OS platform, syukur-syukur mendukung semua OS platform, dan lebih syukur/ideal bila sudah mendukung Cross-Multi Platform.

Portability:
Menurut Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Portability:
Sifat Portabilitas adalah kemampuan untuk dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain, dan portabilitas pada software lebih ditujukan pada satu macam software yang bisa digunakan untuk multi platform OS:
Portability is the general characteristic of being readily transportable from one location to another
Portability (software), the portability of a piece of software to multiple platforms
Hmm, menurut Informasi dari Wikipedia pun nampaknya hanya mengacu pada sifat dasar dari portabilitas saja, namun memang itulah dasar dari sifat portabilitas, sekali lagi HANYA “dasaran”, bukan kekompleksan dari sebuah sifat portabilitas.

Menurut saya, bila Anda tidak menemukan semua unsur kriteria di atas terdapat pada sebuah ‘portable-like’ software, maka bisa dipastikan bahwa software tersebut belum bisa dikatakan sebagai “real portable software”
Sebagai Contoh, salah satu software yang menurut saya telah memenuhi kriteria-kriteria di atas adalah ANSAV AntiVirus (Bukan Ansav Guard Security Pack yang tetap diperlukan instalasi). Software lain semisal PCMAV sebenarnya sudah hampir ‘mendekati’ real portable, namun sayangnya, PCMAV-RTP.EXE tetap membutuhkan hardisk sebagai media eksekusi saat saya uji coba jadikan AutoRun Antivirus pada Flash Drive saya dengan menggunakan bantuan APO Autorun USB.
Software-software U3 SmartDrive dan Software-software yang menggunakan media portableapps.com, walaupun digolongkan Portable Softwares, namun sebelum bisa digunakan, semua software harus melalui proses instalasi terlebih dahulu, sehingga kriteria yang terpenuhi hanyalah perangkat-perangkat lunak yang bisa dibawa kemana-mana SAJA, sedangkan proses sebelum pemakaian yang nota bene tetap membutuhkan instalasi (belum lagi kriteria yang lain) apakah tidak dipertimbangkan? Bagaimana dengan User yang tidak bisa melakukan proses instalasi baik ke dan dari USB Removable Drive-nya karena pembatasan hak User oleh Administrator, baik secara online maupun offline? Jadi esensi portabilitas ada dimanakah ya? Yang Penulis sadari,  tentulah menjadi kendala tersendiri bilamana software-software masa kini yang makin kompleks dan berukuran file cukup besar bisa digunakan tanpa instalasi — kemungkinan besar program-program semacam ini akan diarahkan ke Online Ready-Used Software seperti Online Office yang bisa digunakan tanpa instalasi.

Yak, mungkin kriteria yang saya berikan terlalu extreme atau dianggap mengada-ada, namun itulah semua yang menjadi bayang-bayang pemikiran dan harapan, sekaligus ajakan dari saya untuk sedikit mengubah paradigma berpikir tentang arti sebuah portabilitas. Namun, bagaimanapun juga sungguh sangat menyenangkan melihat arah logika bahwa kelak nanti ukuran hardisk..eh..flash memory pada laptop kita akan lebih besar untuk bisa kita muati lebih banyak data dokumen, movie, lagu, dan games-games boros tempat tanpa adanya satupun program, termasuk OS sekalipun,  yang terinstall di dalamnya karena telah terinstal pada USB Flash Memory Drive kita. Dan kelak tentu tidak ada lagi keping-keping cakram (disc) penyimpan data yang rentan kerusakan karena tren software jelas ke arah Portable Softwares dan Online Softwares.

Akhir kata, harapan Penulis, dengan meluangkan waktu sejenak untuk membaca artikel ini, Sodara-Sodara Pembaca yang Budiman mangkin tidak dipusingken dan disesatken lagi dengan terminologi daripada “Portable” dan daripada “Portability”, dan agar bisa lebih berhati-hati terhadap terminologi tersebut serta terhadap jargon “Program Saku” dari penawaran sebuah ‘portable-like’ software.Salam

2 Responses

  1. Hai, mas Henry..
    Terima Kasih atas pencerahannya.
    Sebelumnya saya juga sempat dibuat bingung dengan istilah portable, karena setelah program portable dijalankan, ternyata perlu media hardisk untuk tempat instalasi.
    Yang lainnya, begitu tidak bisa dijalankan tanpa instalasi di dalam flash disk seperti U3 SmartDrive.
    Saya sendiri punya U3 Flash Disk. Kalau menurut Mas Henry, jadi U3 Programs yang perlu instalasi tersebut tidak portable dong!
    Bagaimana, Mas?
    Terima kasih.

    Henry said :
    Terima Kasih Kembali Bu Jenny.
    Memang menurut pemahaman umum, istilah “portable” memiliki 2 (dua) makna, yaitu:
    1. Mudah dipindah dan/atau mudah dibawa kemana-mana, dan
    2. bersifat Praktis
    Namun pendapat saya mungin boleh bila disebut sedikit ekstrim, karena saya pribadi menambahkan 2 (dua) nomor lagi, yaitu:
    ke-3: “Tanpa Instalasi” dan
    ke-4: “Tanpa perlu media lain” — jadi benar-benar self sufficient dan bersifat mandiri.
    U3 Programs, seperti halnya program-program yang digunakan dengan media launcher bar lain seperti dari portableapplications.com, memang dikatakan dan dikategorikan oleh umum sebagai Program-Program yang bersifat “Portable”, namun bagi saya pribadi, belum bisa dikatakan sepenuhnya portable atau bahasa ekstimnya, tidak saya kategorikan Portable Programs, hanya ‘portable-likeprograms with a smart execution technique, karena tetap memerlukan instalasi walaupun tidak memerlukan hardisk atau media lainnya sebagai sarana eksekusi ‘portable-like‘ program-programnya atau sebagai temporary storage-nya

  2. helow..
    Wah.. ternyata buanyak jjaa kriterianya bwat dpetin cap “program portable” :p [cupedez..]
    mau download program portable yang real??
    Hehe😀 kalo boleh bikin sendiri om.. n di hosting sendiri.. kyak gue! downloadnya gratis kok om!

    Henry said :
    Terimakasih atas comment dan info link-nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: