Tips dan Trik Memberantas Virus Komputer


Tips dan Trik Memberantas Virus Komputer

Di bawah ini Penulis sampaikan tips dan Trik sederhana dalam Pemberantasan Virus Komputer.
Pernah jengkel karena menemui malware (Virus/trojan/worm) yang tidak bisa diberantas dengan AntiVirus-AntiVirus yang terkenal sekalipun?
Mungkin sebagian besar para pemakai komputer pernah mengalaminya, namun menurut pengamatan Penulis selama bertahun-tahun, lebih banyak pengguna komputer yang tidak menyadari akan keberadaan malware (virus/trojan/worm) di dalam mesin komputernya, terutama trojan yang masuk lewat ‘pintu’ di belakang pengguna komputer, atau virus yang tidak terlalu membahayakan, yang mana keberadaan dan aksinya tidak terlalu berdampak pada keseluruhan sistem komputer.
Bilamana Sitem Operasi Komputer Anda adalah OS sejuta umat alias Windows, suatu kali Anda mungkin akan menemui malware yang sangat sulit bahkan tidak bisa dihapus pada lingkungan Normal Windows dikarenakan si virus telah menetap (resident) pada memory komputer Anda.
Lalu bagaimana solusinya? Di bawah ini adalah opsi-opsi solusi yang bisa Anda pilih sesuai keinginan/kebutuhan Anda:

  1. Hapus malware dari dalam lingkungan Windows Safe Mode dengan ‘peralatan perang’ kesukaan Anda, misal ANSAV.EXE atau Anti-Virus-Buatanku.exe.
  2. Secara manual, coba matikan running suspicious services yang sekiranya asing bagi Anda dan tidak Anda perlukan dengan melalui MMC – service.msc atau melalui service configuration pada Windows Control Panel.

  3. Bila No. 1 di atas gagal, yang artinya malware tetap resident di dalam memory walaupun Windows dalam keadaan Safe Mode sekalipun sebagai upaya dari si pembuat virus untuk menyulitkan proses pembasmiannya, maka Anda bisa lakukan pembasmian malware tersebut secara manual tanpa perlu bantuan tool apapun. Untuk perangkat pembasmiannya, Anda bisa membuat REPAIR.INF file dan/atau REPAIR.REG sendiri untuk menghapus dan/atau mengembalikan setting-setting registry yang telah diubah oleh virus, tentu dengan menyesuaikan pola serangan yang dilakukan oleh virus, sehingga konten file REPAIR.INF maupun REPAIR.REG tersebut bisa berbeda pada tiap kasus penyerangan virus. Untuk hal ini, Anda bisa belajar pembasmian virus secara manual dari vaksin.com atau dari situs-situs keamanan komputer terpercaya atau dari computer security e-books. Diperlukan Kerja keras Anda dalam mempelajari seluk beluk tentang malware (eksistensinya, pola hidup, pola penyerangan, dan kebiasaan-kebiasaannya) dan tentang sistem operasi komputer itu sendiri, khususnya hierarki pada Windows System dan hierarki pada Windows Registry, juga seluk beluk software-software yang paling sering digunakan oleh masyarakat umum yang sering digunakan para pembuat virus untuk melancarkan aksinya melalui teknik social engineering seperti pemalsuan ikon virus dengan ikon Microsoft Word, dll. Dengan begitu, diharapkan skill dan feeling Anda akan makin terasah dan peka terhadap kehadiran Threats semacam virus/trojan/worm pada komputer Anda atau komputer jaringan Anda.
  4. Gunakan Live-CD sebagai sarana untuk memberantas malware secara manual. Anda bisa gunakan Linux Live-CD ataupun Windows Live-CD. (highly recommended)
  5. Buat Live-CD sendiri dengan aplikasi Bart’s PE Builder (Bart’s PE Builder digunakan untuk membuat bootable Window CD-Rom/DVD Windows XP atau Windows Server 2003) atau Anda bisa Buat Bootable USB Flash Disk dengan tool semacam Flashboot (FlashBoot adalah sebuah tool untuk membuat Bootable USB Flash Disks) atau aplikasi sejenis lainnya dengan integrasi Portable AntiVirus kesukaan Anda atau buatan Anda sendiri (highly recommended)
  6. Bila tanpa menggunakan Live-CD, Anda bisa coba gunakan Portable Anti Virus yang telah Anda copykan (burn) pada CD atau yang telah disediakan vendor pembuat Flash Disk yang sudah mengintegrasikan Portable Anti Virus atau bila belum ada, Anda bisa gunakan U3 Smart Drive dimana Anda bisa install Portable U3 Portable AntiVirus di dalamnya. Pada Flash Disk biasa, Anda bisa coba install aplikasi dari portableapps.com (recommended)
  7. Bila BIOS komputer Anda telah mengijinkan Booting komputer dari USB Removable Drives semacam Flash Disk, Anda bisa gunakan USB Flash Disk Anda sebagai Bootable Media, yang mana juga telah Anda jadikan sebagai media untuk AutoRun/Non-AutoRun Portable Anti Virus (recommended).
  8. Anda juga bisa menggunakan bantuan Komputer lain yang bebas dari penyakit virus dan yang telah memiliki instalasi Anti Virus yang terpercaya dan up-to-date. Teknisnya, Anda lepas Hardisk komputer yang terinfeksi virus, kemudian hubungkan dengan slot hardisk komputer pembantu tersebut (bisa sebagai master ataupun slave), terakhir tinggal Anda scan hardisk yang telah terinfeksi tersebut dengan menggunakan Anti Virus dari komputer pembantu tersebut, Cara lain, Anda tidak perlu repot mencopot hardisk yang terinfeksi virus, namun Anda tinggal scan dari komputer pembantu melalui koneksi jaringan komputer. Yang paling sederhana Anda menggunakan teknik Cross-Link (koneksi 2 PC melalui kabel). Namun Anda harus berhati-hati bila menggunakan jaringan komputer , karena banyak virus tidak hanya menyerang single (stand-alone) unit PC saja, namun sekaligus jaringan komputer di sekelilingnya.

Catatan:

  • Media Cakram Digital seperti CD+R/DVD+R lebih Penulis sarankan untuk dijadikan sarana pembasmian virus daripada USB Flash Disk dikarenakan CD+R/DVD+R bersifat Read-Only, sehingga Virus tidak bisa menghapus/me-rename semua data di dalamnya.
  • Untuk menghindari pemblokiran aplikasi Anti Virus oleh virus penyerang, sebelum membakar (burning) Portable Anti Virus ke media CD+R/DVD+R, pastikan Anda telah me-rename executable file Anti Virusnya misal: ANSAV.EXE menjadi ~4N54V~.EXE.
  • Matikan terlebih dahulu System Restore
  • Putuskan hubungan dengan Internet dan akan lebih baik lagi juga dengan jaringan (bila komputer yang terserang virus berada dalam sebuah jaringan komputer)
  • Bila File Induk Virus sudah bisa dihentikan aktivitasnya dan/dimatikan, Anda tinggal menghapus anak-anak virus hasil pengembangbiakan si Induk Virus yang sudah berada pada status orphan.
  • Setelah Virus sudah bisa diberantas, Jangan lupa Backup System File Anda dan seluruh database Registry pada Windows Anda (Export All Keys into single big .REG file). Kalau perlu, proteksi file total registry backup tersebut dengan kompresi dan password. Anda bisa restore file tersebut bila satu saat registry pada Windows Anda mengalami data corruption.

Semoga Bermanfaat
Salam

11 Responses

  1. Nice blog
    please visit me back
    and ayo tukeran link

    Henry said:
    Terima Kasih atas Komentar dan Kunjungan Anda.
    Senang bisa dapat Kawan baru!

  2. Maaf Mas Henry,
    1.Saya belum paham mengenai opsi nomor 3 dan 4, termasuk live cd, pe builder. Mohon dijelaskan.
    2. Karena harus selalu di-update dan cakram ini terkait dengan pencemaran lingkungan, mohon diberikan cara lain selain menggunakan cakram.
    Terima Kasih.

    Henry said:
    Live-CD adalah Media Cakram Digital berupa CD yang bisa berjalan secara otomatis (AutoRun) saat dimasukkan ke dalam CD-Drive yang berfungsi sebagai Bootable Media (Media untuk Boot Computer) yang bersifat mandiri (tanpa perlu bantuan ataupun tanpa terpengaruh instalasi Sistem Operasi apapun pada Hardisk atau media lain).
    Live CD ini biasanya berisi Live Desktop Environment sederhana seperti Linux KDE pada KNOPPIX, namun bisa powerfull karena sang Live-CD Developer bisa menyertakan tool-tool dasar dan yang paling banyak digunakan, yang ditujukan untuk keperluan demonstrasi, presentasi, computer troubleshooting, ataupun pembelajaran.
    Live-CD akan mem-bypass booting installed-OS dari Hardisk, dan bisa tereksekusi hanya dalam kondisi:
    # 1. Pada BIOS Settings telah diset First Bootable Media berasal dari Removable Media (dalam hal ini CD-Drive dimana Live-CD akan diletakkan dan dimainkan/dieksekusi secara otomatis).
    # 2. CD tidak rusak🙂
    Sedangkan PE Builder adalah salah satu program yang bisa digunakan untuk membuat Live-CD.

  3. Makasih mas atas artikelnya.
    Tips & triknya sangat membantu saya.

    Henry said:
    Terima kasih Kembali! Syukur bila ada manfaat yang bisa Anda peroleh dari Blog ini.

  4. Makasih nic gw bisa nambah ilmu lagi

  5. makasih atas tips nya semoga bertambah terus tips & triknya ok

  6. Makasih sudah berbagi ilmu tentang memberantas Virus di komputer🙂🙂

  7. gimana sih mas caranya buat live cd anti virus, soalnya waktu ddicoba koq gak bisa jalan apa, tips kayaknya berguna banget buatkhalayak rame apalagi buat newbie kayak saya ,sebelumnya terima kasih banyak ditunggu jawabannya…

  8. trims mas…biar tak coba dulu ya

  9. Buat kamu2 yang khawatir komputernya terjangkit virus, aQ saranin km proteksi aja Flashdisk km dari autorun Virus.
    Download Flash Desinfector, mgkin bisa bantu proteksi FD. Gunakan Link ini untuk menDownloadnya:
    Download
    http://www.ziddu.com/download/3793438/Flash_Disinfector.zip.html

    Semoga bermanfaat.
    Kepada pemilik Blog: “Maaf, telah mencantumkan Link tanpa izin ^^'”

  10. Terima kasih bisa membagi ilmunya semoga bermanfaat dan menjadi amalan baik dan mendapatkan pahalaNya

    Henry said :
    Amen…
    Terima Kasih banyak Bung Kamta atas doanya. GBU..

  11. thks gan atas informasinya
    salam kenal gan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: