Free USB Access Restrictions for Windows

Free USB Access Restrictions for Windows
• Anti – Data Theft  ≈  Anti – Data Copy/Modification •

usb-restriction_about

Free USB Access Restrictions for Windows
Created by Henry U.S.S.A
Copyright © 1998-2008 Henry Artworks Studio™ All rights reserved
https://henryussa.wordpress.com

☼ Keep Your privacy by making your computer more secure.

Description

Free USB Access Restrictions for Windows is a simple security tool created to make Windows based computer more private and secure to prevent Computer Data Theft, USB Drive Data Deletion/Modification/Access from a Local Computer. This tool had been made also to prevent malwares  (virus/trojan) attack by means of USB removable media. One well-known virus attacking technique is autorun.inf file usage created by some virus as a virus trigger in a USB removable drive (e.g flashdisk) when the drive is plugged into a local ‘victim’ computer.

This free program offers You Triple Protections for Local Computer:

1. USB WriteProtect : USB Removable Media Write/Modification/Delete Restriction
If USB WriteProtect is set/activated/On, Writing (Adding/Modifying/Deleting all data in USB Removable Drive is Disallowed in the protected local computer. The Process of Data Copying from local computer into plugged USB Removable Drive is totally blocked. By default, USB WriteProtect is not active/OFF.
USB WriteProtect Restriction offers Double Protections: (1) for local computer from Data Theft by means of USB Removable Drive, (2) for USB Removable Drive from Data Deletion/Modification in the protected local computer.
You need unplug the plugged USB Removable Drive first (if plugged) and re-plug it again to see the effect of USB WriteProtect.

2. USB Function (Port) Blocker USB Removable Media Function Disabler
If USB Storage Function is Blocked/Disabled, USB Removable Drive is totally inaccessible in local computer. System will notify user (with device connection failure sound by default) that the plugged USB device is failed to connect to the local computer. No recognition/initialization process of the plugged USB Removable Drive, as if the drive is damage or malfunction. This technique can be used as a protection for local computer from computer threats such as virus or trojan derived from USB Flash Drive that can infect and harm computer. On the contrary, virus may also block the USB Function from working properly. By default USB Storage Function is enabled.
You need unplug the plugged USB Removable Drive first (if plugged) and re-plug it again to see the effect of this kind of protection.

3. USB Removable Drive AutoPlay and AutoRun Blocker :
• Disable Autoplay feature for USB Removable Drive
• Disable AutoRun feature for All Drives

AutoPlay Restriction will Disable the AutoPlay feature for USB Removable Drive.
While AutoRun Restriction will disable the AutoRun feature for Drive.
This Program offers maximum protection to disable the AutoRun feature for all Drives.
When AutoRun is enabled, removable media will automatically started when inserted into the Computer Drive.
The AutoRun Restriction will disable the media to start.
This two kinds of Restrictions can be used to protect the local computer from computer threats (virus/trojan) attack by means of USB removable media such as flash disk or external hardrive.

Technical

• Category : Computer\Windows\Security
• Program name : USB Access Restrictions for Windows
• Version : 1.0.0.0
• Supported OS (Compatibility) : Microsoft Windows 98/ME/XP/Vista
• License : Freeware
• File Name : USB-Access-Restrictions.exe
• File Size : 201 KB (205,824 bytes)
• Size On Disk : 204 KB (208,896 bytes)
• CRC-32 Checksum : 4F48C3CF
• MD5 : D9924AE61F39EB32C97034AE95AB35DA
• SHA1 : CF0D47E8B4C383687D171FA520F6DF029AFDC4D5
• Created : Saturday, January 5th, 2008, 1:10:45 AM

download_button.jpg₪ NOTE : FILE HAD BEEN RE-UPLOADED and DOWNLOAD URL HAD BEEN RENEWED

Screenshot

usb-restriction_screenshot_thumbnail
This little-simple-Program may far from perfection, yet I hope it would be useful for everyone who need to increase a little bit computer security level.
Thank You for wise usage of this program.
Your comments, suggestions, or criticism would be whole-heartedly opened for me via my e-mail.
Spammers will never be invited! :p

Kind Regards,
• Henry A®tworks Studio™ •

USB 3.0 – Tekhnologi Transfer Data SuperSpeed USB

USB 3.0 – Tekhnologi Transfer Data SuperSpeed USB

intel-logo.gif

Hampir setahun yang lalu, Intel Corporation bersama Grup Pengembang USB 3.0 Promoter (NEC, NXP, Microsoft, AMD, Dell) telah mengembangkan tekhnologi terbaru Transfer Data melalui USB (Universal Serial Bus) Port yang dikenal dengan nama USB (Universal Serial Bus) 3.0 yang juga dikenal sebagai SuperSpeed USB.
Arsitektur Teknologi USB 3.0 diklaim mampu melakukan transfer data 10 kali lipat lebih cepat dari USB 2.0, yakni hingga 4,8 Gbps yang artinya merupakan peningkatan signifikan dari kecepatan transfer data sebesar 480 Mbps pada USB 2.0 yang saat ini masih digunakan sebagai perangkat port standar pada komputer desktop dan laptop masa kini.
Konsumsi daya dari USB 3.0 diklaim lebih hemat dari USB 2.0 dan bisa meningkatkan efisiensi protokol pada perangkat komputer.
Intel menginformasikan bahwa USB 3.0 kemungkinan akan tersedia secara luas pada tahun 2010.

Kehadiran USB 3.0 tentu menjadi solusi bagi peradaban tekhnologi modern yang kian maju dan menuntut akses dan transfer data yang makin kompleks dengan waktu yang makin singkat.
Menurut Jeff Ravencraft, technology strategist with Intel and president of the USB Implementers Forum (USB-IF):
“USB 3.0 adalah langkah maju yang logis dalam pengembangan tekhnologi konektivitas kabel yang paling popular pada PC.” “Era Digital memerlukan performa tinggi dan konektivitas yang bisa diandalkan untuk melakukan proses transfer banyak konten data multimedia”

Hal-hal yang masih Penulis pertanyakan adalah:

  1. Adakah jaminan logis dari Intel mengenai stabilitas USB 3.0. Kestabilan proses transfer data sangat penting guna menghindari corrupted transferred data. Stability Issue ini berkaitan dengan hukum akselerasi umum dimana tingkat akselerasi berbanding terbalik dengan tingkat stabilitas (seperti halnya dalam dunia otomotif).
  2. Apakah ada peningkatan kualitas teknis dan kemudahan teknis menyangkut USB Hardware Removal/Eject. Walaupun USB 2.0 sudah cukup baik dalam penanangan USB Hardware Removal, namun tetap perlu adanya peningkatan kualitas teknik demi menghindari corrupted data atau data loss bilamana User tergesa-gesa atau lupa tidak melakukan Remove/Eject USB Drive-nya secara benar sesuai prosedur.

Mudah-mudahan Intel mampu mengeliminir hingga meniadakan resiko masalah yang akan ditimbulkan sebagai konsekuensi dengan peningkatan akselerasi proses transfer data.

Satu keuntungan jelas dilihat dari sisi teknis yakni peningkatan akselerasi proses transfer data, namun bila dipandang dari sisi konsumen, pengguna atau pengaplikasi tekhnologi USB 3.0 tentu merasa senang akan manfaat teknis tersebut, namun sebagai konsekuensi logis dari penerapan/pemakaian USB tekhnologi 3.0, konsumen harus mengganti hardware port USB-nya dari USB 2.0 ke USB 3.0 Ready, yang dalam arti umumnya adalah konsumen harus membeli komputer baru dengan port yang telah support USB 3.0.

Sumber: http://www.intel.com/pressroom/archive/releases/20070918comp.htm

Selamat Menunggu Kehadiran si Fenomenal – USB.3.0
Salam

Solusi Masalah Perangkat USB Yang Hilang

Solusi Masalah Perangkat USB Yang Hilang

Bila Perangkat USB (USB Device) Anda tiba-tiba menghilang dari Windows Device Manager List, kemungkinan masalah yang terjadi adalah:

  1. Perangkat USB Anda telah tercuri 🙂
  2. Kemungkinan USB Controller pada komputer Anda ter-Disable (ter-nonaktifkan) pada Windows Device Manager
  3. Kemungkinan USB Controller pada komputer Anda ter-Disable (ter-nonaktifkan) pada BIOS Configuration
  4. Kemungkinan USB Controller pada komputer Anda ter-Disable (ter-nonaktifkan) pada Windows Service.msc Configuration

Solusi (berdasarkan urutan nomor di atas):

  1. Beli Perangkat USB Baru 🙂
  2. Klik kanan “My Computer”, lalu pilih dan klik “Properties”, kemudian klik tab “Hardware”, setelah itu klk tombol “Device Manager”. Setelah Device Manager Window terbuka,  pilih dan expand “Universal Serial Bus Controllers”, pilih dan klik kanan USB Controller, lalu pilih dan klik “Enable”, atau klik ganda (/klik kanan) USB Controller untuk membuka USB Controller Properties, kemudian pada “Device usage” pilih “Use this device (enable)”, terakhir klik “OK”.
  3. Masuk BIOS Configuration dengan menekan tombol [Del]/[F2] beberapa kali pada saat Komputer booting/startup, kemudian aktifkan (Enable) USB Periheral yang ter-Disable, langkah terakhir, Simpan (Save) konfigurasi dan keluar (Exit) untuk Restart Komputer. Sebagai Catatan: Harap diingat bahwa BIOS Version, Settings, dan Style pada masing-masing Mainboard bervariasi/berbeda-beda.
  4. Klik “Start” menu, lalu klik “Run”, kemudian ketik: service.msc, selanjutnya klik “OK”. Setelah Anda masuk ke Windows Service (Local) Configuration Window, cari “Removable Storage”, kemudian Klik Ganda atau Klik Kanan “Removable Storage” untuk menampilkan “Removable Storage” Properties. Pastikan pada Toolbox “Startup Type” terpilih “Automatic” (NOT “Disabled”) untuk mengkondisikan USB Controller aktif secara otomatis saat Windows startup. Terakhir, disarankan untuk Restart Komputer. Anda juga bisa menekan tombol “Start” pada “Service Status”, yang berada dalam kondisi “Stopped” atau tidak aktif, untuk mengaktifkan USB Controller secara langsung/instan.

Related Topic:

Solusi Masalah Driver USB setelah Update Service Pack 2

Semoga Bermanfaat
Salam

Solusi Masalah Driver USB setelah Update Service Pack 2

Solusi Masalah Driver USB setelah Update Service Pack 2

Beberapa waktu yang lalau ada Pengunjung (Putri Novelia) yang menanyakan masalah pada USB Driver berhubungan dengan Windows Service Pack dan dukungan Windows Service Pack untuk USB Device, serta konfigurasi USB Device pada Windows MSCONFIG. Berikut ini sedikit uraian sebagai jawaban dari Penulis.

Hampir selalu ada saja resiko masalah dalam setiap aktivitas update software, termasuk update Service Pack 2 pada Windows XP.
# Masalah:
Setelah instalasi (Update) Windows XP Service Pack 2 pada komputer dengan OS Windows XP, USB driver tidak tampak ikut ter-update
# Penyebab:
USB driver muncul dengan nomor versi lama, meskipun file-file driver telah ter-update
# Solusi:
Install Windows XP SP2, lalu update driver USB (2.0) yang terhubung ke komputer Anda.
Untuk mengupdate driver tersebut, lakukan langkah-langkah sbb.:

  1. Klik Start menu, klik Run, tulis: devmgmt.msc, lalu klik OK,
  2. Klik ganda tipe perangkat USB (USB device) yang akan Anda update,
  3. Klik ganda spesifikasi perangkat USB (USB device) yang akan Anda update,
  4. Klik tab Driver, lalu klik Update Driver,
  5. Ikuti petunjuk pada Hardware Update Wizard,
  6. Ulangi langkah ke-2 hingga ke-5 untuk setiap perangkat USB (USB device) yang lain.

Sedangkan pada Service Pack Windows XP 2 mulai Mei 2007, pada MSCONFIG telah ditambahkan Tab “Tool” yang berupa Applications Launcher termasuk Windows Computer Management yang di dalamnya terdapat konfigurasi Disk Management dan Device Manager yang juga mencakup display dan konfigurasi untuk removable media storage (USB Media).

(sumber : Microsoft tech support)

Related Topic:

Solusi Masalah Driver USB setelah Update Service Pack 2

Semoga Bermanfaat
Salam

Tips dan Trik Pemakaian Folder Lock 5.7.5 Pada Hardisk Dan Flash Disk

Tips dan Trik Pemakaian Folder Lock 5.7.5 Pada Hardisk Dan Flash Disk
Folder_Lock_5.7.5_-_Main_Options.png

Folder Lock merupakan sebuah Aplikasi Keamanan Terbaik Untuk Perlindungan File dan Folder pada komputer berbasis sistem operasi Windows sekaligus pada USB Removable Drives. Kenapa bisa menjadi yang terbaik? Ya, karena Penulis sudah mempelajari dan menguji coba puluhan (cukup banyak) Aplikasi sejenis di jagat raya ini, dan dari pengalaman Penulis, bisa disimpulkan bahwa hingga artikel ini ditulis, belum ada aplikasi sejenis lainnya yang mampu menandingi kemampuan, kekuatan, kecerdasan, dan keunikan teknik proteksi, serta fitur-fitur dari Aplikasi Folder Lock.
Hingga artikel ini ditulis, Folder Lock versi terakhir/terbaru adalah versi 5.7.8, namun pada Artikel ini Penulis bermaksud untuk berbagi kepada Pembaca yang budiman tentang Tips dan Trik Pemakaian Folder Lock versi 5.7.5.

Fitur Pada Folder Lock versi 5.7.5
1. Mampu Memproteksi dan menyembunyikan File dan Folder dengan teknik kuncian yang sangat sulit untuk dibongkar, sehingga File dan Folder yang diproteksi tidak bisa diakses (inacessible), tidak bisa dilihat (unseen), tidak bisa dihapus (undelete), tidak bisa dipindahkan (unmovable), tidak bisa dimodifikasi (unmodifiable), dan tidak bisa dicopy (uncopy)
2. Memiliki Dua Pilihan Teknik Proteksi (Kuncian):
a. Total Protection: Lock / Scramble / Encrypt File dan Folder di dalam Folder “Locker”
b. Simple Protection: Lock File dan Folder di sembarang lokasi hardisk, di luar folder “Locker” tanpa menggunakan algoritma enkripsi.
— Total Protection (termasuk proteksi data pada Safe-Mode environment).
Proteksi tipe ini mengharuskan Anda memindahkan seluruh File dan Folder yang ingin Anda proteksi ke dalam Folder “Locker” yang telah disediakan Folder Lock di dalam Folder tempat dimana instalasinya berada agar tidak bisa diakses walau dalam Safe Mode sekalipun.
Proteksi jenis ini meliputi Tiga Opsi Teknik Kuncian: Lock (Penguncian sederhana namun tetap cukup kuat walau tanpa pengacakan data sederhana ataupun dengan algoritma enkripsi), atau Scramble (pengacakan data sederhana tanpa algoritma enkripsi yang kuat, namun lebih dari sekedar penguncian sederhana), atau Encrypt (Proteksi optimal dengan pengacakan data menggunakan algoritma yang sangat kuat – AES 256 Bit).
— Simple Protection (tidak termasuk proteksi data pada Safe-Mode environment).
Proteksi tipe ini tidak akan mengenkripsi data yang akan diproteksi dan tidak mengharuskan Anda memindahkan seluruh File dan Folder yang ingin Anda proteksi ke dalam Folder “Locker” tersebut di atas. Jenis kuncian ini tidak berlaku pada Safe Mode environment, sehingga data yang diproteksi akan dengan mudah terlihat dan terakses sepenuhnya pada Safe Mode environment..
3. Menggunakan algoritma enkripsi yang sangat kuat, yakni AES 256 Bit dalam pengenkripsian File dan Folder, .
4. Menggabungkan kekuatan Algoritma AES 256 Bit dengan Proteksi pada tingkat Kernel Level dan Trik Partisi Drive, sehingga File yang diproteksi (khusus hanya dalam Folder Locker-nya) akan tetap terjaga, tidak bisa diakses walaupun dalam mode Safe-Mode ataupun melalui usaha pengaksesan ilegall dengan menggunakan Sistem Operasi lainnya sekalipun
5. Mampu Me-Lock ataupun Mengenkripsi File dan Folder dalam jumlah tak terbatas (paid version).
6. Dalam pemilihan Password, juga diperkenankan penggunaan special characters dan spasi, sehingga akan lebih dan sangat menyulitkan untuk di-hack.
7. Selain bisa digunakan untuk PC, Folder Lock juga Bersifat Portable, sehingga mampu memproteksi File dan Folder pada USB Removable Drives
8. Memiliki Fitur “Hacker Attempts” Log yang berisi catatan (record) Percobaan Pengisian Log In Password Yang salah sebagai notifikasi bahwa seseorang telah melakukan percobaan akses secara ilegal

Folder_Lock_5.7.5_-_Hacker_Attempts_Log.png

9. Fitur Penguncian PC secara otomatis. Bila terjadi kesalahan pengisian LogIn Password lebih dari 3x, secara otomatis Folder Lock akan mengunci PC, dan PC akan tetap terkunci setelah restart atau shutdown. Ini juga sebagai notifikasi bagi Pemilik Folder Lock bahwa telah terjadi percobaan akses secara illegal.
10. Menyediakan Master Key sebagai opsi untuk jaga-jaga bila Pemilik Folder Lock lupa passwordnya
11. Menyediakan Auto Task seperti Auto Program Lock atau Computer Lock, yang secara otomatis tereksekusi setelah sekian menit secara absolut atau setelah sekian menit bila mouse/keyboard tak terpakai ( dalam kondisi idle)
12. Anti-Uninstall Untuk melindungi File dan Folder yang diproteksi juga instalasi Folder Lock, maka pihak pengembang telah membuat Aplikasi Folder Lock ini tidak bisa di-Uninstall tanpa sebelumnya memasukkan Password yang valid/benar/sah.
13. Tidak akan menghapus File yang terproteksi bila Program di-Uninstall. Bila Aplikasi di-Uninstal sesuai prosedur, maka File dan Folder yang terproteksi tidak ikut terhapus, namun akan tetap membiarkannya di dalam hardisk/UFD namun tanpa proteksi.
14. Menyediakan Fitur Stealth Mode (Mode meminimalkan pendeteksian keberadaan aplikasi) dengan personal hotkey sebagai application launcher-nya (paid version)
15. Secure Data Deletion. Menyediakan Penghapusan Data secara Aman (Secure Deletion)
16. Tracks Eraser. Menyediakan penghapusan Tracks seperti Recent Files, dll.
17. Menyediakan 4 Skin yang cantik (paid version) yaitu: ocean blue, crimson red, turtle green, dan purple sparkle.
18. Telah support Windows Vista (hampir 100%) termasuk UAC, fitur Vista yang seringkali menjadi ganjalan bagi para pengembang software maupun pengguna software itu sendiri
19. Satu lisensi, satu proteksi optimal.

Fitur yang dimiliki Folder Lock namun tidak dimiliki oleh Aplikasi sejenis lainnya
1. Hingga artikel ini dibuat, belum ada satupun aplikasi sejenis yang memiliki sekaligus semua fitur Folder Lock tersebut di atas. Aplikasi sejenis lainnya bisa digolongkan miskin (sedikit) fitur.
2. Aplikasi lain hanya memiliki satu teknik kuncian — Simple Lock atau Encrypt File saja,
3. Kebanyakan Aplikasi lain hanya menggunakan algoritma enkripsi maksimal 128 bit atau bahkan bit yang lebih rendah.
4. Tidak ada Aplikasi sejenis lainnya yang mengusung fitur simple data scrambling
5. Kebanyakan Aplikasi sejenis lainnya tidak memproteksi file dalam Safe-Mode (tidak ada Penguncian pada Kernel Level)
6. Kebanyakan Aplikasi sejenis lainnya tidak menyediakan fitur Stealth Mode, Secure Deletion, atau Auto Task.
7. Banyak Aplikasi File Protector lain hanya melindungi dat yang dienkripsi dari akses, tidak dari percobaan penghapusan data ilegall, sehingga data yang terproteksi dengan perlindungan enkripsi 256-bit sekalipun tetap masih mudah terhapus begitu saja.
8. Celakanya, beberapa Aplikasi lain bisa di-Uninstal tanpa perlu memasukkan Password atau Kode tertentu.

Instalasi Folder Lock 5.7.5 Pada Hardisk dan Flash Disk
Dengan Asumsi Anda telah membeli Lisensi Folder Lock 5.5 yang berlisensi Shareware ini, dan telah mendownload dari special location yang disediakan oleh pihak Pengembang Aplikasi khusus untuk para Buyers-nya, termasuk Anda. Maka kini Anda tinggal menginstalnya ke dalam hardisk Anda.
— Pertama-tama, Anda Klik Ganda Folder Lock Setup.exe untuk memulai proses instalasi
— Masukkan Nama dan License Key Anda pada jendela Log In. Lalu ikuti petunjuk selanjutnya.
— Bila Anda bermaksud untuk menginstal Folder Lock 5.7.5 ke USB Removable Drives, seperti Flash Disk, milik Anda untuk Anda jadikan Portable Folder Lock, Anda tetap harus menginstall ke hardisk terlebih dahulu.
— Setelah proses instalasi selesai, Anda diminta untuk Set Password pilihan Anda yang digunakan sebagai Master Password untuk bisa mengakses Folder Lock.
— Untuk Pembuatan Portable Folder Lock yakni Instalasi Folder Lock pada USB Removable Drives seperti external hardisk ataupun USB Flash Drive (Flash Disk), Anda Klik “Browse” pada main window, lalu klik “Move to Portable Disk”, pilih Drive sesuai keinginan Anda. Di sini Anda bisa memilih apakah akan mengcopy-kan instalasi Folder Lock pada internal drive namun berpartisi lain dan/atau pada USB Removable Drive Anda.

Folder_Lock_5.7.5_-_Portable_Folder_Lock.png

Bila sebuah Hardisk milik Anda memiliki tiga partisi, yakni Drive C, D, dan E, maka alangkah baiknya, pada setiap partisi, Anda copy-kan Instalasi Folder Lock pada masing-masing partisi dengan teknik sama seperti saat Anda membuat Portable Folder Lock.
Sebagai catatan: setelah proses Pengcopyan Folder Lock selesai, Anda akan memiliki Password yang sama.pada tiap-tiap drive. Anda bisa mengubah Password pada Flash Disk Anda setiap saat bila Anda menghendaki Password Folder Lock pada Flash Disk Anda berbeda dengan Password Folder Lock pada Internal Hardisk Anda.

Pemakaian Folder Lock 5.7.5 Pada Hardisk dan Flash Disk
Teknik Pemakaian Folder Lock 5.7.5, baik pada hardisk maupun pada USB Removable Drives tida berbeda. Perbedaannya hanya fitur sekunder (selain fitur proteksi) pada USB Removable Drives memiliki sedikit keterbatasan, yakni tidak dimungkinkan fitur deinstalisasi dan fitur stealth-mode.
Teknik Pemakaian:
1. Jalankan Program
2. Masukkan Master Password Anda untuk mengakses Program
3. Bila Password Anda valid/benar, Program akan membuka Folder “Locker” yang dijadikan tempat menampung (container) dari seluruh file dan folder yang diproteksi, namun bila Password salah, maka Program tidak terbuka dan Folder Lock akan mencatatnya sekaligus menganggapnya sebagai “Hacker Attempt” (wrong password attempt). Hati-hati, salah memasukkan password lebih dari 3x, maka Folder Lock akan mengunci komputer Anda atau akan force/abruptly shutdown komputer, walau komputer telah Anda restart, proteksi Lock PC tetap akan aktif. Itulah mengapa Master Key diperlukan, namun sangat tidak disarankan oleh Penulis karena sebagai celah keamanan, dengan asumsi Anda memiliki daya ingatan (password) yang kuat. Sayangnya fitur ini tidak berlaku untuk Windows Vista 32-bit.
4. Seperti dijelaskan di atas dalam Fitur Folder Lock 5.7.5, untuk Teknik Proteksi/Penguncian File dan Folder, Folder Lock 5.7.5 menyediakan 2 Opsi Teknik Kuncian:
a. Total Protection: Lock / Scramble / Encrypt File dan Folder di dalam Folder “Locker”
b. Simple Protection: Lock File dan Folder di sembarang lokasi hardisk, di luar folder “Locker” tanpa menggunakan algoritma enkripsi.

Folder_Lock_5.7.5_-_Folder_Locking_Options_Menu.png

Untuk mengaplikasikan Total Protection:
– Masukkan semua file dan/atau folder beserta seluruh file di dalamnya yang akan diproteksi ke dalam folder “Locker”,
– Klik tombol “Lock” yang berikon anak kunci (key),
– Pilih jenis proteksi sesuai keinginan Anda, Lock/Scramble/Encrypt. Proses ini sekaligus menutup Program Folder Lock.
Sedangkan untuk melakukan Simple Protection, Anda tidak perlu memasukkan file dan folder yang akan diproteksi ke dalam folder “Locker”. Langkah-langkahnya:
– Klik “Browse”,
– Klik “Lock Folders and Drives” yang berikon gembok (padlock),
– Pilih File dan Folder yang akan Anda proteksi, terakhir Anda klik “OK”
– Keterangan: Untuk membuka proteksi (unlock) kuncian Simple Lock ini, Anda Klik “Unlock Folders and Drives”, Pilih File dan Folder yang terproteksi, terakhir, Anda klik “OK”

Tips dan Trik Pemakaian Folder Lock 5.7.5
1. Selalu Gunakan Folder “Locker”.
Karena Simple Protection tidak melindungi File dan Folder yang Anda Proteksi pada Safe Mode environment, maka selalu gunakan folder “Locker” dengan memilih Proteksi yang optimal menggunakan algoritma Enkripsi (Encrypt).
2. Perkuat Password Anda.
Gunakan Password yang tidak mudah ditebak/dikenal orang, namun relatif mudah Anda ingat.
Besaran Bit pada algoritma enkripsi dan Tingkat kesulitan untuk meng-Hack Password Anda tidak hanya tergantung dari kekuatan algoritma enkripsi yang ditanamkan pada Folder Lock 5.7.5, namun juga sangat tergantung pada panjang pendeknya karakter dan jenis karakter yang Anda gunakan sebagai Master Password. Password dengan pilihan kata “admin” lebih mudah di-Hack daripada “4dm1n”, dan password “4dm1n” akan lebih mudah di-Hack daripada “4dm1n15724702 k353p14n”.
Anda bisa mengubah Password Portable Folder Lock pada Flash Disk Anda bila Anda menghendaki agar Password berbeda dengan Password Folder Lock pada Internal Hardisk

3. Teknik Mengakali Hack/Pencurian Password Folder Lock.
– Backup dengan enkripsi lalu Hapus Registry Entry yang berisi Password Folder Lock Anda pada Windows Registry Database:
Registry Path pada: HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\QualityControl -> String Value: _pack.
– Jangan lupa, Saat Anda hendak menjalankan Folder Lock Anda, sebelumnya Anda harus Merge Registry Entry yang telah Anda backup tersebut agar Password Anda valid.
– Matikan Akses ke Windows Registry Editor (lihat No. 6). Catatan: Windows Vista dengan kondisi UAC (User Account Control) aktif akan memberikan jaminan lebih baik daripada UAC non aktif atau varian Windows sebelumnya, karena, walaupun password Folder Lock bisa tercuri dengan sangat mudah via registry, Folder Lock tidak akan ter-hack tanpa hak Administrator atau dengan Standard User. 

4. Usahakan untuk menon-aktifkan Master Key pada Folder Lock Options, dengan asumsi daya ingat Anda cukup kuat untuk mengingat password Anda. Pengaktifan Master Key sama artinya dengan pembukaan celah keamanan proteksi dari Folder Lock ini.
5. Blokir Akses ke Windows Safe Mode. Khusus hanya bila Proteksi File dan Folder yang Anda lakukan menggunakan Simple Lock atau dengan kata lain tidak menggunakan “Locker”, maka rekomendasi dari Penulis, Anda harus sekaligus memBlokir (Disable) Akses ke Windows Safe-Mode karena Proteksi File dan Folder tanpa menggunakan folder “Locker” tidak berlaku untuk lingkungan Windows Safe-Mode, sehingga seluruh Data yang diproteksi akan sepenuhnya bisa diakses oleh orang lain tanpa Log In Password.
6. Blokir Akses ke Windows Registry Editor.
Blokir saja akses ke Windows Registry Editor untuk menghindari pencurian dan manipulasi Password sah untuk akses Folder Lock serta untuk menghindari penghapusan Error Password (Hacker Attempts) Log/Record. Teknik proteksi Windows Registry Editor dengan teknik Pemblokiran
Akses memang terbukti cukup rawan/lemah, namun lebih baik daripada tidak ada proteksi sama sekali.
7. Aktifkan Auto-Task, khususnya Auto-Lock Program setelah sekian menit secara absolut atau setelah mouse dan keyboard tidak Anda gunakan untuk menghindari akses orang lain karena Anda telah meninggalkan komputer namun Anda lupa menutup Program Folder Lock.
8. Backup instalasi Folder Lock. Penulis merekomendasikan Anda untuk membackup instalasi Folder Lock Anda dengan cara dikompres (ZIP/RAR) yang terenkripsi pula (gunakan enkripsi yang cukup kuat seperti Winzip 11.1 yang memungkinkan penggunaan algoritma enkripsi 256-Bit) untuk mengindari serangan black-hacker atau virus/trojan, serta sebagai antisipasi bila Program Folder Lock terhapus baik disengaja atau tidak disengaja.
9. Gunakan Virtual Keyboard. Bila Anda bermaksud menjalankan Portable Folder Lock dari Flash Disk Anda di jaringan komputer publik, pastikan Anda gunakan Virtual Keyboard untuk memasukkan password Anda guna menghindari aktifitas keylogging.
10. Solusi Terhapusnya Program Folder Lock 5.7.5 pada Interneal Hardisk maupun Flash Disk. Bila Program Folder Lock terhapus dari Internal Hardisk ataupun Flash Disk Anda, maka Anda cukup Install Ulang (Re-Install) Program pada path/lokasi instalasi yang sama. Dengan begitu File dan Folder yang Anda proteksi bisa di-recover. Sebagai catatan, Password yang digunakan tetap menggunakan Password terakhir yang Anda gunakan.
11. Solusi Masalah Proteksi Task Manager. Folder Lock akan men-disable (menonaktifkan) akses Windows Task Manager secara sementara saat program dijalankan untuk kemudian di-re-enable lagi setelah program ditutup, juga saat terjadi lebih dari 3 kali kesalahan memasukkan password. Tujuan utamanya agar bila terdeteksi Hacker Attempts (wrong password intrusion), maka Auto-Lock PC tidak bisa dimatikan dengan Task Manager/Control-Alt-Del. Namun pada Vista, seringkali Folder Lock tidak me-re-enable Task Manager kembali setelah program tertutup. Ini sangat mengganggu. Solusinya, buka Notepad dan salin registry entry untuk mengaktifkan Task Manager yang dimatikan Folder Lock seperti tertulis di bawah ini:

Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System]
“DisableTaskMgr”=dword:00000000

Lalu simpan sebagai REG File tersebut dengan nama “Enable_Task_Manager.reg“.
Setelah tersimpan, Klik Ganda file tersebut atau Klik Kanan file tersebut, dan pilih “Merge” untuk dimasukkan ke dalam Windows Registry Database.

Download Folder Lock (Trial Version) di SINI

Semoga Bermanfaat
Salam

Membuat Anti Virus AutoRun dari Flash Disk

Membuat Anti Virus AutoRun dari Flash Disk

PCMAV_AutoRun_USB.jpg

Jengkel dengan Virus yang otomatis menginfeksi Flash Disk Anda saat Anda colokkan USB Flash Disk Anda ke port komputer yang terinfeksi virus?
Bagaimana tidak kita akali saja dengan Membuat Anti Virus AutoRun dari USB Removable Drive semacam Flash Disk?
Seringkali Virus akan membuat file “autorun.inf” yang ber-attribute file hidden dan system (dan/atau bisa juga termasuk file virus/trojan – server) begitu Anda memasangkan Flask Disk yang dijadikan target penginfeksian virus ataupun target pengintipan aktivitas user atau pencurian data user dengan Trojan.
file autorun.inf inilah command atau pemicu tereksekusinya file induk dan library virus/trojan yang sudah bersarang di komputer lokal atau jaringan tempat Flash Disk Anda berinteraksi dan berhubungan langsung.

Bila Anda pengguna OS Windows, seperti kita ketahui, Versi Windows sebelum generasi Windows Vista (termasuk Windows Windows XP), secara default tidak mengijinkan proses “AutoRun” executable files dari media USB Removable Drives seperti External Hardisk ataupun Flash Drive/Flash Disk (kecuali dari media cakram digital) yang kemungkinan besar ditujukan untuk kepentingan keamanan. Windows hanya mengijinkan proses “AutoPlay” media saja seperti AutoPlay Movie/Music dari DVD atau command seperti Open/View file melalui windows explorernya.
Untungnya (dari faktor kemudahan) sekaligus sayangnya (dari faktor keamanan), Windows Vista secara default telah memperkenankan proses “AutoRun” dilangsungkan dengan dafault opsi yang bisa Anda pilih secara permanen.

Lalu bagaimana mengakali Windows XP agar bisa mengijinkan proses “AutoRun” executable files dari removable drives seperti External Hardisk maupun Flash Disk?
Di bawah ini Penulis sampaikan teknis pembuatan AutoRun AntiVirus pada Flash Disk.

LANGKAH I – Download ANtiVirus yang bersifat Portable
Kenapa harus Portable? Karena tujuan dari pembuatan AutoRun File dari Flash juga bersifat portable, jadi program rujukan, dalam hal ini Anti Virus, bisa dijalankan langsung dari Flash Drive tanpa diperlukan instalasi.
Anda bisa menggunakan ANSAV (Ansav.exe – jangan ANSAV Security Guard) atau PCMAV (PCMAV-CLN.EXE – Jangan PCMAV-RTP.EXE)
Masukkan file Anti Virus Portable (plus file library pendukungnya – bila ada) tersebut ke dalam Flash Disk Anda. Dalam contoh kali ini, untuk mempermudah, letakkan saja di Root Flash Disk Anda tanpa perlu Anda masukkan ke dalam folder.

LANGKAH II – Pembuatan AutoRun Dari Flash Disk
Ada 2 (dua) opsi yang bisa Anda pilih:

  1. Menggunakan bantuan software orang lain, atau
  2. Menggunakan bantuan tangan Anda sendiri

1. Menggunakan bantuan software orang lain
Nomor ini tidak akan menjadi bahan pembicaraan inti pada Artikel ini.
Namun bila Anda menghendaki, Penulis merekomendasikan Anda untuk menggunakan aplikasi bernama APO USB AutoRun yang sangat bagus dan berkualitas, berfungsi dengan baik pada Windows XP SP2, berukuran file kecil, dan gratis lagi.
APO AutoRun USB akan membuat service bernama autorunusb.exe yang berjalan di background sebagai detektor yang bertugas memindai file autorun.inf pada root removable drive dan mendeteksi semua executable files pada media removable drive serta akan mencocokkan executable files tersebut dengan file name dan path file yang dirujuk oleh file autorun.inf tersebut.
Yang penulis heran dari software ini, APO tetap akan melakukan scan pada seluruh executable files yang ada pada media removable drives.
Namun, walau efeknya sedikit memperlambat kinerja komputer, proses scanning tersebut Penulis cermati dan rasakan sangat bermanfaat juga untuk memindai keberadaan Virus pada Removable Drives yang belum sempat terdeteksi oleh AntiVirus yang aktif di komputer. Begitu proses scanning menemukan suatu executable files atau script yang dianggap sebagai malware oleh AntiVirus tersebut, maka akan memicu (trigger) notifikasi dari AntiVirus bahwa telah ditemukan threat (virus).
Sayangnya APO AutoRun USB harus Anda install dulu sebelum Anda bisa mengaplikasikan AutoRun dari flash disk. Untungnya APO AutoRun USB juga telah menyertakan instalasi untuk keperluan portable plus autorun.inf builder.

2. Menggunakan bantuan tangan Anda sendiri
Teknik yang bisa Anda lakukan adalah pertama-tama dengan sedikit mengubah struktur HEX pada Windows Registry.

Bila sebelumnya atau secara default Windows tidak mengijinkan proses “AutoRun” dari USB Flash Disk, maka Registry-nya seperti ini:

Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer]
“NoDriveTypeAutoRun”=dword:00000095

Agar Windows bisa mengijinkan proses “AutoRun” dari USB Flash Disk, maka ubah Registrynya menjadi:

Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer]
“NoDriveTypeAutoRun”=dword:00000091

Anda bisa mengCopy Registry Lines tersebut, lalu Anda simpan sebagai (misal): “AutoRun_Removable_Media_Enable.reg” untuk Anda Klik kanan dan Merge (gabungkan) dengan Windows Registry Database.

Setelah Anda berhasil memasukkan Registry Entry Files ke dalam Windows Registry Database, maka pekerjaan Anda yang terakhir adalah membuat file “autorun.inf” yang berfungsi sebagai Command dengan rujukan ke File Anti Virus yang telah Anda download dan masukkan ke dalam Flash Disk Anda (pada Langkah I)
Dalam contoh ini, Penulis menggunakan PC Media Anti Virus PCMAV-CLN.EXE yang filenamenya telah Penulis ubah menjadi PCM4V-CL34N32.EXE guna menghindari pendeteksian Virus yang dimungkinkan akan memblokir PCMAV-CLN.EXE.
Maka file “autorun.inf” PCMAV menjadi seperti ini:

PC Media Anti Virus
[AutoRun]
open=PCM4V-CL34N32.EXE
icon=PCMAV.ICO
shellexecute=PCM4V-CL34N32.EXE
shell\Scan Virus\command=PCM4V-CL34N32.EXE
shell=Scan Virus

Salin baris-baris INF tersebut, dan simpan sebagai .INF file dengan nama “autorun.inf” (tanpa tanda kutip), kemudian letakkan file “autorun.inf” tersebut pada Root Flash Disk Anda.

KETERANGAN

  • Untuk file ICON dari PCMAV, Penulis extract dari file PCMAV-CLN.EXE, yang mana ICON file tersebut juga ditempatkan pada Root Flash Disk. Anda bisa menghilangkan/menghapus baris “icon=PCMAV.ICO” yang digunakan untuk memunculkan ICON File PCMAV sebagai Icon penanda Flash Disk seperti pada screenshot di atas. Baris rujukan ICON ini tidak mempengaruhi proses AutoRun. Namun bila Anda menginginkan PCMAV ICON tersebut, Anda bisa mendownloadnya dengan klik link ini.
  • Baris-baris INF tersebut bisa Anda modifikasi sesuai selera tulisan Anda, yang penting path file Anda tidak salah; file tujuan Anda rujuk secara relatif.
  • Jangan Lupa, untuk menghindari terhapusnya file dengan begitu mudahnya, sebaiknya sembunyikan saja File Anti Virus berserta library file pendukungnya (bila ada) maupun file “autorun.inf”nya dengan mengeset File Attributnya dengan “hidden” dan bila perlu “system”. Satu rekomendasikan lagi, alangkah baiknya, semua File tersebut Set File Attributenya menjadi “Read Only” agar, secara sederhana, tidak bisa termodifikasi.

Untuk keperluan setting modifikasi File Attribute terbut Anda bisa melakukannya dengan Select All files yang akan disembunyikan, lalu klik kanan file-file tersebut, pilik dan klik “properties”, dan beri tanda centang pada check box “hidden. Sedang untuk set menjadi “system”, Anda bisa menggunakan Windows ATTRIB.EXE di lingkungan kerja DOS atau Anda bisa juga menggunakan Attribute Changer yang berlingkungan kerja GUI. Q = Lho, katanya ga pake tool ya? A = untuk mudahnya, gunakan Attribute Changer bila ATTRIB.EXE dirusak/dihapus Virus/Admin dan Anda malas untuk extract dari Windows CAB.

Semoga bermanfaat
Salam

Tool PemBlokir Hardisk + USB Drive + DVD-ROM + AutoRun

Tool PemBlokir Hardisk + USB Drive + DVD-ROM + AutoRun

Menyembunyikan sekaligus Memblokir Drive baik Hardisk maupun USB Drive, CD/DVD-ROM, sekaligus menjadi Pemblokir AutoRun yang seringkali dijadikan pintu masuk Virus pada Komputer kini makin bisa dilakukan dengan sangat mudah, tentunya dengan bantuan Tool perangkat lunak.

Tool-Tool All In One (AIO) apakah itu? Di bawah ini dua software sederhana namun bisa melakukan Pemblokiran Total terhadap Seluruh Port Drive seperti tersebut pada judul di atas atau Port-Port tertentu sesuai keinginan Anda

1. Access Manager (License: Shareware)
Access_Manager_7_ScreenShot_thumbnail.jpg
2. Hide My Drives (License: Shareware)
Hide_My_Drives_2.0_ScreenShot_thumbnail.jpg

    Sedangkan untuk informasi mengenai Tool Gratis Pemblokir USB + Firewire + PCMCIA — Safend — silakan baca artikel saya terdahulu: “Software Pemblokir USB + FireWire + PCMCIA“. Pada artikel saya tersebut telah saya sediakan downloader untuk Safend yang saat artikel tersebut saya tulis, downloader Safend tidak diberikan oleh Pengembangnya (Developer) pada situs resminya di http://www.safend.com.

    Semoga Bermanfaat
    Salam