Google Circle dan Facebook akankah anti-klimaks seperti Friendster?

Google Circle dan Facebook akankah anti-klimaks seperti Friendster?


Secara teknis, Internet bisa terbentuk dan berjalan dengan fungsi sebagai penghubung antar komputer online (yang tidak terblokir) di seluruh dunia, namun secara emosional, psikologis, dan sosial, internet cenderung lebih difungsikan sebagai media penghubung antar individu di seluruh dunia, baik untuk keperluan bisnis maupun non-bisnis. Jejaring sosial (social networking/social entertainment) menjadi salah satu alat penghubung antar individu yang diproduksi dengan beragam bentuk dan fitur, namun pada dasarnya memiliki persamaan fungsi, yakni Connecting People. Dahulu, sebelum kehadiran situs jejaring sosial, Penulis, dan mungkin Anda, Kita semua, tidak pernah membayangkan bagaimana kita bisa bertemu lagi (secara online maupun offline bila dimungkinkan) dengan orang-orang yang dahulu pernah kita kenal namun telah sangat lama terpisah dengan kita. Dahulu Penulis pun tidak pernah membayangkan bagaimana kita bisa dengan cepat menemukan ataupun membentuk sebuah komunitas baru yang memiliki kesamaan ketertarikan (interest) pada sesuatu dengan kita. Media jejaring sosiallah yang telah banyak berjasa dalam merealisasikan bayangan-bayangan menjadi sebuah kenyataan yang relatif  mudah tercapai. “Social Networking is one of the Best People Connectors”.

Continue reading

Advertisements

Pentagon Memberangus Peta Basis Militer Amerika dari Google Maps

Pentagon Memberangus Peta Basis Militer Amerika dari Google Maps

Baru-baru ini Pentagon ‘kebakaran jenggot’ terhadap Google Inc karena Google Maps menampilkan kepada publik Peta Basis Instalasi Militer Amerika di Texas dengan tampilan Street View (Ground-Level) dengan sudut pandang 360 Derajat dengan tingkat kedetailan yang cukup akurat.
Gambar-gambar Peta Virtual Online Basis Militer Amerika tersebut terdiri dari titik-titik pusat kontrol, markas besar, area fasilitas dan tempat kegiatan sosial, pusat jalur komunikasi, juga beragam rintangan yang terpasang, dan lain-lain.
Seperti kita ketahui, tampilan Street View (Ground-Level) dengan sudut pandang 360 derajat yang menjadi fitur canggih dari Google Maps memungkinkan kita untuk bisa melihat suatu lokasi secara virtual dan detail dengan hanya menggunakan mouse dan layar monitor komputer, seolah-olah kita seperti sedang berada di lingkungan dunia nyata saat mencari suatu lokasi dengan mengendarai mobil.

Gene Renuart, Kepala Militer Angkatan Darat Amerika dikabarkan telah mengontak pihak Google Team dan meminta Google Team untuk segera menghapus konten gambar-gambar peta virtual online tersebut dan melarang keras Google untuk memfilmkan dan menampilkannya kepada publik dengan alasan keamanan, yaitu guna menghindari ancaman teroris yang tentu saja akan sangat diuntungkan dan dimudahkan aksi terornya dengan menggunakan panduan Google Maps.
Hal ini memang cukup beralasan, karena sudut pandang kamera pada mode Street View bukan dari atas ke bawah, melainkan dari atas tanah (Ground-Level) ke depan, samping, dan belakang (persis seperti saat Anda memainkan game first-person shooter). Oleh karena itu, seorang atau sekelompok teroris tidak hanya bisa mempelajari suatu lokasi sebagai target serangan berdasarkan koordinat atap-atap gedung gedung, namun dimungkinkan lebih mendetail lagi; akan bisa diketahui berapa jumlah penjaga gedung, bagaimana bentuk dan dimana posisi rintangan bagi penyusup (intruder), bahkan dimungkinkan akan mudah diketahui dimana dan berapa jumlah lubang kunci pada setiap pintunya.
Juru Bicara Google, Larry Yu, membenarkan bahwa Google telah dikontak pihak Departemen Pertahanan Amerika dan dikatakan bahwa Pentagon telah melarang Google Team untuk membuat film instalasi militer Amerika dan memuat gambar peta virtualnya untuk publik. Pentagon memberikan perhatian khusus tentang hal ini dan meminta Google Team untuk segera menghapus gambar peta virtual tersebut, dan pihak Google Team langsung mengakomodasi permintaan Pentagon tersebut.
Ditambahkan oleh Larry Yu, bahwa keputusan Google untuk memfilmkan dan membuat peta virtual basis instalasi militer Amerika secara mendetail adalah suatu kesalahan.

1. Gambar Peta Virtual Instalasi Militer Amerika sebelum dihapus:
US_Military_Base_Map_OnScreen.jpg
2. Gambar Peta Virtual Instalasi Militer Amerika setelah dihapus:
US_Military_Base_Map_OutOfScreen.jpg
3. Gambar Gedung Swastika Angkatan Laut Amerika di Coronado, California, Amerika (intermezo):
US_Swastika_Navy_Base_In_Coronado_California_US.jpg

Sumber:

  1. http://news.bbc.co.uk/2/hi/americas/7282635.stm
  2. http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/03/080307_googledefense.shtml
  3. http://news.yahoo.com/s/nm/20080306/wr_nm/usa_military_google_dc
  4. http://www.flickr.com/photos/silvery/143053448/
  5. dan lain-lain

Komentar Penulis?
Mungkin komentar Penulis tidak perlu apalagi penting, namun Penulis ucapkan terima kasih bila Anda sudi membacanya.
Penulis sendiri bisa memahami sikap strategis pihak Angkatan Darat Amerika, namun Penulis sendiri juga menghargai sebuah hasil karya modern yang inovatif dan banyak memberikan kontribusi positif bagi masyarakat umum seperti maha karya Google Maps.
Seperti diberitakan, Google Maps telah banyak membantu masyarakat untuk mencari sebuah lokasi yang tidak diketahuinya sebelumnya dengan lebih mudah dan menyenangkan. Sebuah kenikmatan dan kenyamanan tekhnologi yang bisa menjadi ancaman keamanan tekhnologi bilamana tidak diaplikasikan dan dimanfaatkan secara positif, baik, dan benar.
Namun apapun dan bagaimanapun bentuknya, tekhnologi satelit yang digunakan untuk aksi spionase dengan mengatasnamakan “keamanan dan keselamatan” adalah pelanggaran privasi individu umat manusia.

Hal ini bisa terlihat seperti halnya legalitas/pembenaran aksi spionase militer, CIA, dan FBI Amerika terhadap jalur-jalur privasi masyarakat Amerika dan masyarakat dunia seperti komunikasi, email, dsb. dengan dalih untuk menghindari ancaman dan serangan teroris terulang pasca Tragedi Twin Tower.
Jelaslah bahwa Program “Carnivore” FBI Amerika tersebut sangat melanggar privasi, tidak hanya, masyarakat Amerika, namun masyarakat dunia.
Sadarkah Anda bahwa FBI bisa membaca seluruh konten email Anda pada server Yahoo! ataupun GMail yang berlokasi di Amerika? atau yang lainnya?
Apakah untuk menggeledah isi kamar seorang terrorist suspect, seorang polisi bisa sekaligus juga menggeledah isi pakaian yang dikenakan istri si tersangka?
Apakah untuk mencari dimana letak rakitan bom berada, seorang polisi bisa sekaligus diperbolehkan melihat anak perempuan (tetangga pemilik bom) yang sedang berenang dengan swim suit? Lalu dimana letak Privasi dan Harga Diri itu sebenarnya bagi dan menurut pemerintah Amerika?

Oleh karena itu, Mr. Bush yang tidak saya hormati, bila Anda tidak ingin kebakaran jenggot karena celana dalam Anda diperlihatkan kepada publik sedunia, sebaiknya Anda juga tidak terlebih dulu membakar jenggot dan melukai hati masyarakat dunia karena Anda dan pasukan Anda telah melihat celana dalam mereka dan merobek-robeknya di muka umum — masyarakat dunia.

Meski Google Earth adalah alat yang sangat berguna, harus ada keseimbangan“, demikian kata Gary Ross, Juru Bicara Militer Amerika.
Dan Penulis pun bertanya kepada Gary Ross: “Mr Gary, darimana, bagaimana, dan apa metode yang Anda gunakan untuk menetapkan sebuah hukum kesetimbangan bilamana Amerika yang disebut oleh Presiden Anda sebagai Negara Penyeimbang dunia Barat dengan Timur ternyata malah menjadi beban dunia terberat yang menjebolkan jembatan penghubung dunia Barat dan duniaTimur?”
“Kriteria Keseimbangan macam apa yang Anda jadikan panutan saat negara Anda berjalan tanpa keseimbangan ekonomi, hukum , sosial, dan budaya antara Pemerintahnya yang arogan dengan masyarakatnya yang butuh panutan budiman?”

Mudah-mudahan tulisan saya pada artikel ini tidak membuat Blog saya ini di-suspend oleh WordPress Team.
Mudah-mudahan WordPress adalah Organisasi Independen yang tetap memberikan kebebasan berpikir, kebebasan berpendapat, dan kebebasan menjunjung citra dan privasi individu umat manusia.
Namun bila Blog ini harus di-suspend, dengan sepenuh hati, saya menerimanya.
Amen.

Salam

divShare Menghentikan Akses Download dari Free Account Indonesia

divShare Menghentikan Akses Download dari Free Account Indonesia


AKHIRNYA…
BERITA MENYEDIHKAN YANG (TIDAK) DITUNGGU-TUNGGU DATANG JUGA:


Terhitung mulai tanggal 12 Februari 2008, Akses masyarakat Southeast Asia (termasuk Indonesia) dan China untuk mendownload Shared Files yang diUpload dengan menggunakan divShare Free Account dari Southeast Asia (termasuk Indonesia) dan China DITUTUP/DIHENTIKAN…!

Sumber : (divShare’s Blog)

Jadi, dengan berat hati saya Memohon Maaf kepada kepada Anda para Downloader asal wilayah Southeast Asia (termasuk Indonesia) dan China yang bermaksud akan mendownload Shared Data/Files yang telah saya upload dengan divShare Free Accounts saya, bahwasanya mulai tanggal 12 Februari 2008, Link-Link Download Data/Files dari divShare tersebut TIDAK AKAN DAPAT DIAKSES.
Shared Data yang telah diupload dengan divShare Free Account dari Wilayah Southeast Asia (termasuk Indonesia) dan dari China tidak akan dihapus oleh divShare team, namun hanya bisa diakses dan didownload oleh Masyarakat seluruh Dunia kecuali dari Wilayah Southeast Asia (termasuk Indonesia) dan dari China. Pemilik Free Account / Free Account Registrant sendiri dikabarkan masih bisa mengakses uploaded shared data tersebut yang, nantinya, segera tidak akan jadi shared data lagi.

Sekali lagi, Policy divShare ini hanya berlaku untuk Free Account, bukan untuk Premium (Paid) Account.

The Small Birds can fly-free no more,
Their broken wings fall on the dry shore

😦 😦 😦 (Never Give Up! – Keep The Spirit High! <1000x>)

Namun sebenarnya bila Anda tetap berkeinginan kuat untuk menDownload file-file yang diupload dan dihost ke divShare,
mungkin Anda bisa menggunakan Open Proxy seperti di http://www.xroxy.com/proxylist.htm atau Tool semacam Proxy Switcher atau, yang juga Penulis sarankan, Anynomous Browsing Tools seperti Hide IP/Hide Your IP/Invisible Browsing/yang lainnya, yang semua fungsinya sama, yakni untuk Menyembunyikan Real IP Address Anda saat Anda Browsing/berselancar di internet dengan penyamaran yang lebih sulit terdeteksi. Sehingga Anda seolah-olah menjadi seseorang lain yang berada di tempat/negara lain saat berselancar di internet ataupun beraktivitas di internet seperti melakukan download.
Dengan kata lain, Tool-tool tersebut di atas memungkinkan kita untuk menyamarkan diri kita dalam kegiatan berselancar dan beraktivitas di internet dengan menyamarkan Real IP Address kita dengan optional Fake IP Addresses untuk tujuan keamanan guna menghindari aksi pengintipan Real IP Address oleh Black Hacker ataupun pendeteksian Real IP Address oleh Server (dalam konteks ini Server divShare 🙂 ).

Apakah Open Proxy atau Tool-Tool IP Hider legal?
Ya bila untuk tujuan keamanan dan privasi diri sendiri, namun
Tidak bila untuk tujuan Download File dari divShare :mrgreen:

Alternative Free Web File Hostings:

Sebagai alternative Free Web File Hosting, kita bisa coba Free Accounts pada:

4Shared, MegaUpload, FilesUpload, RapidShare, FreeDrive, Upload2Net, Ziddu, MediaMax, IndoWebster, atau GudangUpload.

Software Downloader Web File Handal – Kiat Download

Software Downloader Web File Handal – Kiat Download

Dari cukup banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada saya via email mengenai teknik mendownload file-file di internet dan cara lebih mudah dengan jaminan keberhasilan download yang lebih baik, baik download melalui web file hosting ataupun langsung dari sumber sebuah homesite, khususnya melalui link-link URL yang saya berikan di Blog saya ini, maka Anda, para Penanya Yang Terhormat bisa menggunakan referensi beberapa Software terbaik di bawah ini untuk membantu Anda dalam proses download yang lebih baik:

  1. Orbit Downloader 2.5.2
  2. Download Accelerator Plus (DAP) Free Edition 8.6
  3. Sothink Web Video Downloader 3.6 (Firefox Adds-On dan Stand Alone Edition)

Keterangan:
Kenapa Orbit Downloader saya tempatkan di atas Downloader Accelerator Plus (DAP) Free Edition, sebuah program downloader yang berlisensi freeware, yang mungkin bisa dibilang sangat terkenal, bahkan paling populer di dunia saat ini?
Benarkah? Jangan salah, Orbit Downloader telah Penulis buktikan lebih baik dari Downloader Accelerator Plus (DAP) Free Edition dari sisi:

  1. Software Downloader handal yang berlisensi freeware. Too good to be Free!
  2. Berfungsi sebagai Web Files Downloader standar namun dengan kualitas yang sangat baik dan mudah digunakan (user friendly) dengan memberikan Link URL target/tujuan yang jelas dan akurat.
  3. Mampu menjaga konektivitas antara localhost (pendownload) dengan server/web file hosting/lokasi tempat file berada saat berlangsung proses download, sehingga menjadi jaminan tersendiri agar koneksi tidak mudah terputus saat sedang dilakukan pen-download-an sebuah file walau dengan kondisi download traffic yang sangat padat sekalipun. Sebagai pembanding, Penulis beberapa kali mengalami putus koneksi (disconnect) saat melakukan proses download file di internet dengan menggunakan Downloader Accelerator Plus (DAP) Free Edition 8.6.
  4. Spesialisasi sebagai Web Video Downloader. Dengan tool kecil ini, Anda bisa mendownload YouTube Movie dengan sangat mudah. Disamping itu Tool ini juga bisa digunakan sebagai Song (MP3) Downloader. Sebagai catatan, harap diingat,Penulis tidak sedang berbicara tentang pencurian data dan/atau pelanggaran hak cipta, namun sebagai realita, konten dalam tulisan ini murni sebagai informasi tekhnologi belaka, sehingga segala sesuatu dalam kaitannya dengan penggunaan Tool ini, menjadi tanggung jawab Anda sendiri. Sebaiknya, perlu dibiasakan meminta ijin untuk mendownload konten Web yang tidak dishared — semacam YouTube Video Content dan beberapa Streaming Audio pada banyak Website. Kira-kira diperkenankan tidak ya? 🙂 .
  5. Menyediakan Visualisasi Download Progress Bars Window seperti hardisk scan through window, sehingga kita bisa melihat proses download dengan lebih mendetail.
  6. Bukan Adware, tidak seperti Download Accelerator Plus (DAP) Free Edition yang dibumbuhi iklan yang mengganggu. Sebagai tambahan, Tool ini aman digunakan karena tidak mengandung Malwares.

Sedangkan Sothink Web Video Downloader, software buatan programmer China yang dikhususkan untuk mendownload Web Video yang dirilis dalam dua versi (sebagai Firefox Adds-On dan Stand Alone Edition) ini juga cukup handal dan sangat mudah digunakan, namun perlu diingat bahwa Tool kecil ini berlisensi shareware.

Sebagai kesimpulan, bila Anda menanyakan bagaimana kiat download file di internet dengan lebih mudah dan lebih baik selain menggunakan FTP Tools atapun File Sharing Tools? Menurut saya, paling sederhana bisa dikatakan untuk saat ini, gunakan saja Orbit Downloader yang hingga tulisan ini dibuat, versi terakhirnya adalah versi 2.5.2 dengan perbaikan bug yang signifikan dan dengan kualitas keseluruhan yang telah ditingkatkan (Anda bisa baca ChangeLog-nya).

Sebenarnya masih cukup banyak software Web File Downloader di dunia ini, namun Penulis pikir cukup salah satu dari dua Downloader di atas yang Penulis anggap yang terbaik untuk saat ini yang berlisensi freeware dan satu software handal lainnya yang berlisensi shareware.

Semoga Bermanfaat
Salam

Tips dan Trik Mengindari Aksi Spionase Remote Desktop

Tips dan Trik Mengindari Aksi Spionase Remote Desktop

Beberapa waktu yang lalu saya sempat memposting tulisan yang berjudul: “Tips Browsing Internet Aman Di Warnet dan Area Publik Lainnya“, dan Tulisan kali ini adalah kelanjutan dari tulisan tersebut dan guna melengkapi tulisan tersebut. Tulisan ini dibuat atas dasar keinginan Penulis untuk berbagi pengalaman dengan para Pembaca Budiman sekaligus sebagai knowledge sharing. Tulisan ini juga dibuat atas dasar rasa kegerahan dan kegelisahan Penulis karena ketidaknyamanan dan ketidakamanan Media Akses Internet untuk publik seperti Rental Warnet. Saat Beberapa waktu yang lalu Penulis melakukan beberapa kali percobaan Browsing/Surfing Internet di beberapa Warnet di tiga Kota: Jogjakarta, Solo, dan Klaten, ternyata beberapa Warnet (tidak perlu Penulis sebutkan) terbukti tidak memberikan rasa nyaman apalagi aman kepada para usernya. Rasa tidak aman dalam melakukan aktivitas Browsing Internet selalu menimbulkan rasa tidak nyaman pada diri User/Customer.

Ternyata masih banyak Unit PC dari beberapa Warnet yang tidak memberikan fasilitas keamanan dalam Browsing Internet bagi para usernya, dimana pada PC-PC tersebut tidak ditemukan software security semacam AntiVirus, Anti-Spyware-Adware (terutama Anti-Keyloger dan Anti-Remote Desktop), bahkan ada beberapa PC yang secara default (setelah penulis lakukan restart Windows pada beberapa PC yang semuanya terproteksi DeepFreeze), Basic Firewall bawaan Windows pun dibiarkan pada posisi OFF alias tidak aktif. Dan tidak sedikit pada PC-PC lain yang telah diaktifkan Windows Firewallnya, namun ternyata service Remote Desktop malah dibiarkan aktif atau bahakan diaktifkan sebagai pengecualian (exceptions) dari pemblokiran Port/service.

Sekitar dua tahun yang lalu, Penulis bahkan sempat kecolongan LogIn Passwords di sebuah Warnet karena Penulis tergesa-gesa dan terlanjur LogIn ke Yahoo! Mail untuk cek Email namun lupa belum mengecek Jalur Port untuk Remote Desktop pada Windows Firewall terlebih dahulu. Dan akibatnya, seseorang telah berhasil mengcapture dan mengontrol desktop Penulis secara remote yang setelah Penulis cek, si penyusup telah menginstalkan Radmin Server secara jarak jauh (remote deployment) ke beberapa PC termasuk PC yang Penulis gunakan. Bahkan beberapa waktu yang lalu, Penulis masih saja menemukan Administrative Tool — NetSupport Server yang terinstall pada PC yang sedang Penulis gunakan dengan terlebih dahulu si penyusup menjebol DeepFreeze Warnet. NetSupport yang menjadi software favorit Penulis 😀 ini telah disalahgunakan si penyusup. Software Canggih ini sangat berkualitas dari segi teknik, fitur, visualisasi, maupun kemudahan penggunaannya, yang mana mampu mengcapture dan mengontrol desktop yang menjadi target (server) secara remote, dan hebatnya, dengan basis operasi dan konektivitas Multi-Platform OS.
Secara visualisasi penyusupan tersebut di atas bisa ditengarai dengan interaksi pada dan intrusi terhadap aktifitas User secara remote, seperti mengontrol cursor mouse sehingga bergerak-gerak sendiri tanpa interaksi User (yang telah dijadikan target server) atau menjalankan/menutup aplikasi secara remote pula tanpa sepersetujuan User (yang telah dijadikan target server). Dengan begitu pula, maka Penyusup (intruder) juga bisa dengan mudah mencuri cookies yang bisa berkonten password atau data pribadi lainnya dari browser target User.

Seringkali kita akhirnya ‘terpaksa’ membuat beberapa ‘Hukum Keamanan’ sendiri untuk meminimalkan ukuran celah keamanan saat media internet untuk publik semacam Warnet tidak bisa atau tidak mau membuatnya dan menegakkannya demi kepentingan dan kepercayaan bersama — antara Warnet dan Para Usernya. Bagi User: Keamanan dalam menjelajah internet merupakan harga mati yang tak bisa ditawar, sedang bagi Warnet: Selain Nama dan Kepercayaan Publik, Keamanan untuk lingkungan sendiri lah yang dipertaruhkan untuk kelangsungan usahanya. Di Forum-Forum Jaringan dan Warnet di Internet, Penulis masih menemui banyak pemilik dan pengelola Warnet yang mengeluhkan Warnetnya ‘diobok-obok’ User sendiri, entah kemasukan Malware, atau Hardisk (bahkan Monitor Tabung yang berukuran besar) bisa hilang. Inilah salah satu sisi lain akibat negatif dari ketiadaan atau minimnya pengamanan internal dalam usaha Warnet itu sendiri atau sebab lain karena kejengkelan User yang menjadi lepas kontrol akibat pembatasan-pembatasan yang terlampau ketat Admin Warnet, sehingga menguurangi kekeluasaannya dan privasinya dalam menggunakan media internet.

Mohon Maaf tak terbatas bila Anda merasa bosan membaca tulisan di atas dan merasa lelah menunggu intisari dari Judul Posting Tulisan penulis kali ini, namun pemaparan cerita di atas, yang juga dialami sangat banyak pengguna Warnet dan Pemilik/Pengelola Warnet Penulis anggap cukup perlu sebagai pemaparan background tulisan ini. Oke, di bawah ini Penulis sampaikan Tips Sederhana Browsing Internet Dengan Lebih Aman (Jilid 2) yakni Tips mencegah akses Remote Desktop guna meningkatkan keamanan Anda dalam melakukan aktivitas Browsing Internet dan juga untuk menghindari kejadian yang penulis alami tersebut di atas agar tidak terjadi pada Anda.

Tips Browsing Internet Dengan Lebih Aman:

Tips Mengindari Aksi Spionase Remote Desktop:

1. Pengaturan Windows Firewall tanpa bantuan Software Firewall lain:

  • Buka Windows Control Panel -> lalu Buka Windows Firewall -> Pastikan Firewall Aktif.
Windows_Firewall_01.jpg
  • Bila Warnet mencegah User untuk mengakses Control Panel dan Windows Firewall, kita bisa melakukan edit registry untuk pengaksesannya, namun bila Windows Registry Editor juga ditutup hak aksesnya, kita bisa menggunakan registry entry files buatan sendiri atau bantuan software RegAliz atau Windows Registry Workshop sebagai alternatif bila windows Registry Editor diblokir Admin, atau menggunakan bantuan third party program lain seperti Armor Tool atau Access Manager, atau yang lainnya untuk membuka akses Control Panel dan Windows Firewall secara paksa karena terpaksa 🙂
  • Setelah kita memastikan bahwa Windows Firewall aktif (pada posisi ON) seperti tampak pada screenshot di atas, pastikan checkbox menu “Remote Desktop” tidak dalam posisi tercentang (check marked) yang artinya Remote Desktop tidak diaktifkan atau Akses Port Remote Desktop diblokir seperti tampak pada screenshot di bawah:
Windows_Firewall_02.jpg
  • Sebelum Kita memulai aktivitas browsing, sebaiknya juga Kita mengecek Program apa saja yang sedang berjalan di background (Running Process) dengan Process Explorer atau a-squared HiJackFree, siapa tahu ada Trojan Netbus atau Radmin versi lama (yang tak menampilkan Icon pada Tray) yang sedang aktif dan memata-matai desktop Kita dari jarak jauh, namun aktivitas program tersebut tidak tampak di Windows Task Manager. Bila gagal mematikan program pengintai tersebut dengan langkah Kill Process Program, kita tutup saja Port Remote Desktop seperti langkah di atas. Radmin versi-versi terbaru (3.0 dan 3.1) akan menampilkan icon Running Server pada taskbar (kanan bawah desktop Kita), dan kita bisa mematikan running prosesnya dengan shell menu yang terdapat pada menu klik kanan dari Icon tersebut. Untuk NetSupport juga menampilkan Icon running server pada teskbar.

2. Pemblokiran Remote Desktop dari System Properties

  • Buka System Properties (Shell Menu/Klik Kanan My Computer -> lalu Pilih dan Klik Properties) -> Klik Tab “Remote” untuk membuka window “Remote Assistance Settings” -> Klik Tombol “Advance” -> Pastikan Check Box “Allow this computer to be controlled remotely” tidak dalam posisi tercentang (check marked). Ilustrasi seperti pada screenshot di bawah ini:
WinXP_Sys_Prop_No_Remote_Desktop_small.jpg

3. Menghapus Service Remote Desktop
Setiap Anda masuk ke warnet atau media jaringan (LAN/WAN) untuk menggunakan komputer, alangkah baiknya bila yang pertama kali Anda jalankan setelah No. (1) dan (2) di atas, kemudian Anda buka Windows Command Prompt (
atau Anda bisa gunakan Portable Command Prompt bila Command Prompt terkunci oleh Admin), atau bila Anda memiliki tool RegAliz, tool bagus yang gratis sebagai pengganti Windows Registry Editor bila terkunci/terdisable oleh Admin, Anda bisa buka (enable) kembali Command Prompt dengan edit registry.
Setelah itu,
Anda ketikkan: NETSTAT -A pada command prompt window. Anda akan menemukan Port atau nama koneksi yang sedang terbuka untuk memindai keberadaan penyusup semacam remote desktop.
Kemudian Anda jalankan service.msc untuk melihat service-service apa saja yang aktif pada komputer yang sedang Anda gunakan.
Bila dirasa ada service yang bisa berpotensi merugikan kita, tinggal lakukan Kill Process baik dengan atau tanpa hak Administrator.
Pada beberapa Aplikasi Remote Desktop seperti Radmin versi baru (seperti Radmin 3.0) atau VNC, akan ditampilkan Icon Radmin Server (Target) pada Tray (Icon pada taskbar kanan bawah Desktop), untuk mematikan (men-disable) Remote Desktop, tinggal klik kanan icon tersebut, dan click Disable untuk mematikan proses pengintaian pada server. Cara lain, Anda bisa Kill Process-nya dengan tool seperti Process Explorer atau a-squared HiJackFree 3.0.0.406.
Namun, pada beberapa aplikasi Remote Desktop lain, termasuk Radmin versi lama (seperti Radmin 2,1), Icon Remote Desktop pada Tray bisa disembunyikan pelaku Remote Desktop (Radmin Server), sehingga untuk mematikannya, Anda diharuskan memiliki hak sebagai Administrator (Administrator Privilege) karena bila tidak memiliki hak yang dimiliki Administrator Anda tidak bisa mematikannya begitu saja dengan teknik Kill Process biasa.
Untuk itu, jalankan:

  1. Start -> Run -> ketik control userpasswords2 lalu tekan [ENTER]
  2. Ganti Password Admin sesuka Anda
  3. Ketik services.msc pada menu Run, lalu tekan [ENTER]
  4. Cari service Remote Desktop, misal pada radmin bernama “r_server.exe”
  5. Kill Process/matikan service “r_server.exe”


Atau bila Anda lihat Icon Server tampil di Tray, langsung saja di klik kanan, lalu klik disable untuk mematikan proses pengintaian pada server yang mana bila Remote Desktop menggunakan Radmin versi 3.0 ke atas, penonaktifan radmin Server bisa dilakukan tanpa hak Administrator.
Saya lupa, tapi pada Radmin versi tertentu, mematikan service Radmin server bisa melalui menu Run, dan mengetikkan perintah “r_server /stop”

4. Menggunakan Firewall dengan bantuan Software Firewall:

  • Untuk membentengi Windows dan environment-nya dari penyusupan trojan semajam Netbus ataupun Remote Desktop lainnya, Kita bisa menggunakan Software Firewall yang telah terintegrasi di dalam Software Keamanan Internet semacam Norton Internet Security 2008 atau McAfee Total Protection 2007 atau yang lainnya. Namun bila Kita sudah memiliki AntiVirus lain dan hanya menginginkan software Firewall saja, Kita bisa mempertimbangkan salah satu dari banyak Software Firewall yang cukup handal seperti Kerio Personal Firewall, PC Tools Firewall Plus Free Edition, Zone Alarm, atau masih banyak lainnya.

Akhir kata, walaupun di dunia ini tidak ada jaminan keamanan 100%, namun dengan melakukan teknik pengamanan sederhana seperti tersebut di atas, Kita bisa meminimalkan kejahatan dengan sedikit menyulitkan para penjahat untuk menyusup masuk wilayah teritorial komputer kita. Adalah langkah yang lebih aman dan bijaksana bilamana Kita tidak terpaksa atau tidak terbiasa mengakses internet dan menggunakan media internet di luar rumah, alangkah lebih baik bila Kita menggunakan komputer pribadi kita sendiri untuk akses internet dan menggunakan media internet dengan konfigurasi pengamanan yang bisa kita pilih sendiri sesuai dengan keinginan dan/atau kebutuhan Kita.

Semoga Bermanfaat
Salam

Related Topic:
Tips Browsing Internet Di Warnet dan Area Publik Lainnya

Free Online Office – Aplikasi Kantor Dan Multimedia Gratis Di Internet

Free Online Office – Aplikasi Kantor Dan Multimedia Gratis Di Internet

Sekarang Jamannya Aplikasi Online.
Salut untuk Google yang mempelopori Paradigma Baru dalam berpikir dan beraktivitas ini.

Bagi para pelajar, pegawai kantor, kuli tinta (wartawan.red), atau siapapun juga yang sering menggunakan dan membutuhkan Aplikasi Gratis untuk pengolah kata, spreadsheet, presentasi, atau bahkan sebagai sarana penyimpanan dan olah digital, serta sebagai sarana multimedia, namun merasa sayang bila harus membelanjakan uang banyak untuk membeli Lisensi Microsoft Office ataupun tidak memiliki instalasi Freeware Tangguh semacam OpenOffice di komputernya, JANGAN KUATIR, karena kini telah tersedia Aplikasi Kantor dan Multimedia di Internet yang bisa Anda gunakan Tanpa Instalasi maupun Tanpa Biaya alias Free of Charge!

Beberapa Aplikasi Kantor dan Multimedia Terbaik di Internet antara lain:

  1. Google Docs (Pengolah Kata, SpreadSheet, dan Presentasi). Dibutuhkan Registrasi (Free).
  2. ThinkFree Docs (Pengolah Kata, SpreadSheet, Presentasi)
  3. Ajax13 (Pengolah Kata, SpreadSheet, Presentasi, Pengolah Gambar, dan Pemutar Musik). Dibutuhkan Registrasi (Free).
  4. Zoho Work Online (Pengolah Kata, SpreadSheet, Presentasi, Web Conference, Organizer, Project Management, CRM Solution, Database, Wiki)
  5. Glide Digital (Pengolah Kata, SpreadSheet, Presentasi,Chat, Daftar Kontak, Video, Musik, Photo Editor, e-Mail Manager). Dibutuhkan Registrasi (Free) dan Adobe Flash 9 PlugIn.

SCREENSHOT:

Google Docs

Google_Docs.jpg

ThinkFree Docs

ThinkFree_Docs.jpg

Ajax13

Ajax13_Online_Office.JPG

Zoho Work Online

Zoho_Work_Online.jpg

Glide Digital

Glide_Digital_Online.JPG

Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat
Salam

Tool-Tool Pengecek Keamanan Website

Tool-Tool Pengecek Keamanan Website

Bagi Anda yang sering atau gemar melakukan aktivitas browsing di internet untuk mencari suatu informasi tertentu, tentunya mengunjungi website adalah bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas tersebut. Untuk melakukan pencarian informasi umumnya kita sudah terbiasa menggunakan bantuan mesin pencari (search engine) yang terpercaya dalam hal pengindeksan data informasi seperti Google Search ataupun Yahoo Search. Namun sayangnya kedua mesin pencari terbesar di dunia tersebut sama sekali tidak membedakan sumber indeks datanya, apakah berasal dari website yang aman untuk dikunjungi atau rawan/berbahaya/cukup mengganggu untuk dikunjungi karena mengandung malware yang umumnya berupa spyware, adware, trojan, virus, worm, spam, dan exploit scripts. Oleh karenanya, para pengunjung tidak tahu apakah situs yang akan dikunjungi tergolong safe to visit, not too safe to visit, atau dangerous to visit karena tiadanyainformasi dan peringatan keamanan pada halaman website (web security warning) dari Google maupun Yahoo!.

Sebagai solusinya, kita bisa menggunakan salah satu dari beberapa Tool handal untuk mengecek keamanan sebuah website. Dalam tulisan ini saya akan mengambil sample 3 (Tiga) Tool yang cukup bisa diandalkan yakni:

(1) Web Security Guard:

(2) McAfee Site Advisor

(3) LinkScanner Lite

Baik Web Security Guard maupun McAfee Site Advisor sama-sama memiliki dua Opsi pengecekan keamanan suatu website, yakni Pengecekan secara Online (tanpa instalasi program) maupun Pengecekan melalui Instalasi Program. Pada Opsi Instalasi, kedua Tool ini berupa Plug-In yang terintegrasi dengan Search Engine Web Browser. Bila McAfee Site Advisor menggunakan existing public Web Search Engine seperti Google Search atau Yahoo Search, sedang Web Security Guard menggunakan Web Search Engine-nya sendiri (Web Crawler) yang terintegrasikan pada Toolbar Web Browser untuk menampilkan analisa keamanan sembarang Website dengan ikon penanda berupa “Shield” dengan warna masing-masing sesuai tingkat keamanan website yang dianalisa.

Kedua Tool tersebut akan membantu, memandu, dan memproteksi User dalam melakukan Aktivitas Browsing dan Searching di Internet, yang mana kedua Tool tersebut akan menginformasikan kepada User apakah sebuah Website dikategorikan aman atau tidak untuk dikunjungi. Pola Kerja Web Security Guard mirip seperti McAfee Site Advisor, bedanya, informasi keamanan suatu Web dari McAfee Site Advisor diberikan pada Link (URL) website pada Search Result di Web Browser window, sedangkan Web Security Guard memberikan informasi keamanan suatu web pada saat User meng-Klik Link suatu website atau go To URL, dan bila website yang dituju mengandung konten yang dianggap berbahaya, Web Security Guard akan menampilkan Pop Up window untuk memberikan Opsi kepada User untuk “Back (Don’t Go To Site)”, “More Info”, dan “Enter Site (Go To Site)”

McAfee Site Advisor akan memberikan Ikon Tanda: “Tanda Centang”, “Tanda Silang”, “Tanda Seru”, dan “Tanda Tanya” pada Link-Link/URLs dengan keterangan sbb.:
Tanpa Warna dengan Ikon Tanda Tanya/Question Mark:
= Situs belum sempat dikunjungi McAfee Team
Warna Hijau dengan Ikon Tanda Centang/Check Mark:
= Situs Aman untuk dikunjungi, serta Aman bagi pengunjung untuk melakukan Browsing, Registration, LogIn/Sign Up, ataupun Data Transferring (Uploading/Downloading/File Sharing), etc..
Warna Kuning dengan Tanda Seru/Exclamation Point:
= Situs Tidak Terlalu Aman untuk dikunjungi karena mengandung Malware yang cukup mengganggu pengunjung.
Warna Merah dengan Tanda Silang/Cross Sign:
= Situs Tidak Aman/Berbahaya/bersifat mengganggu bila dikunjungi karena mengandung Malware/Malicious Script(s) yang bisa menginfeksi komputer Pengunjung dan/atau mengganggu Pengunjung.

Sedangkan LinkScanner Lite, walau juga melakukan pengecekan terhadap script, konten dan fasilitas downloader yang dianggap berbahaya pada suatu website, namun sayangnya Tool ini tidak melakukan pengecekan terhadap keberadaan spyware maupun adware pada suatu website. Tool ini juga terintegrasi dengan Search Engine Web Browser.

Pastikan salah satu software keamanan tersebut terinstall pada komputer Anda terlebih dahulu sebelum Anda melakukan browsing di internet. Namun bila Anda tidak berkeinginan untuk menginstal, Anda disarankan untuk berkunjung ke situs resminya melalui Link software tersebut di atas untuk melakukan Online Website Check.

Screenshot:

Web Security Guard

 

Web_Security_Guard_Indicators.jpg

WebSecurityGuard_Warning.jpg

McAfee Site Advisor

McAfee_SiteAdvisor_Screenshot_small.jpg

LinkScanner Lite

LinkScanner_Lite.gif

Semoga Bermanfaat
Salam