Flagging Blog – Laporkan Blog BerKonten Negatif

Flagging Blog – Laporkan Blog BerKonten Negatif

Makin maraknya kemunculan Blog-Blog dengan Konten-Konten Negatif, tentu sangatlah memprihatinkan bahkan menyakitkan hati banyak orang, terutama bagi orang-orang yang dijadikan sasaran dari pemuatan konten-konten tersebut ataupun orang-orang yang ikut terkena dampak negatif dari konten-konten negatif tersebut.

Kita bisa berkeliling di dunia maya, dan mungkin banyak diantara Anda yang mungkin tak sengaja membaca konten dalam bentuk Artikel teks maupun bergambar ataupun Comments yang menurut Anda tidak pantas untuk dibaca dan/atau dilihat, dan tidak pantas pula untuk dijadikan konsumsi publik.

Sebagai misal sekarang makin tampak kemunculan Blogger-Bloger Anti Indonesia yang dengan sengaja mem-Post artikel-artikel yang berbau Anti-Indonesia seperti Penghinaan terhadap Bangsa dan Negara Indonesia.  Sebagai orang Indonesia, kemunculan artikel-artikel tersebut telah mengendapkan hati Penulis menjadi gumpalan padat berisi campuran zat kesedihan, kemarahan, dan kebencian.

Sebagai obat sakit hati Penulis dan mungkin juga kita (Indonesian People or other Nations who care about this case) dan sebagai respon yang perlu kita berikan untuk meluruskan permasalahan terebut atau sekedar hanya counter attack adalah “GIVE THE BLOGGERS A LITTLE BIT LESSON“. Caranya?

Secara teknis dalam garis besar, Anda bisa memilih untuk melakukan satu dari dua teknik berikut di bawah ini:

  • FLAGGING BLOG (WebSite Abusement Report). Banyak dilaporkan bahwa terdapat Blogger-Blogger yang telah memPost Artikel Berkonten Negatif dengan menggunakan media Blog Gratisan seperti Blogger.com. Pembaca di seluruh dunia diperkenankan untuk memberikan laporan (abusement report) tentang keberadaan posted Negative Article di sebuah Blog yang berbasis pada Blogger.com kepada server/Manajemen Blogger.com guna meminta Review Blog tersebut untuk tujuan akhir Permintaan Penutupan/Penghapusan Blog (Blog Deletion Request) yang bersangkutan. Tekniknya, Si Pelapor tinggal meng-KLIK Ikon Flag (Bendera) yang terdapat pada bagian atas kiri Blog yang bersangkutan.  Bila Ikon Flag (Bendera) tersebut ter-KLIK, maka secara otomatis akan men-trigger instruksi sistem untuk memberitahukan kepada Blogspot server/management guna menyampaikan Blog Deletion Request. Semakin banyak Ikon Flag (Bendera) tersebut ter-KLIK, maka potensi penghapusan Blog oleh Manajemen Blogger.com akan lebih cepat dan lebih besar pula. Bagi Situs-situs non Blogger Blog, misal situs sosial atau forum yang dibuat sendiri menggunakan CMS Drupal atau CMS Joomla, dan kebetulan si Admin/pemilik situs yang bijaksana telah memasang Flagging Widget atau kode/media lain untuk keperluan Flagging , maka pembaca bisa melakukan Flagging content/comment pada situs tersebut dengan menggunakan sarana media tersebut. Yang menjadi masalah, keputusan ditutupnya atau sekedar di-suspend-nya sebuah Blog oleh Server/Central Management maupun panghapusan content/comment oleh Admin tergantung dari akal sehat dan hati nurani pihak Central Management/Admin.
  • WEBSITE HACKING (Ada banyak sekali teknik Website Hacking – yang mana, yang seringkali terjadi yaitu dengan ‘sekedar’ melakukan DEFACE (face-off — penggantian ‘wajah’ atau interface sebuah halaman web), seperti misal dengan manipulasi penggantian file induk Website yakni index.php/index.htm/index.html>. Secara teknis, bila sebuah WebSite/WebBlog mandiri yang berbasis bayar dengan menyewa jasa hosting pada server yang dipilih sendiri, akan relatif lebih mudah terkena hacking attack daripada situs/blog gratisan yang berbasis/berhosting pada sebuah Server secara free of charge.

Related Info and Source:

  1. What is the “Flag” button?
  2. How to Flag a Blog with Objectionable Content on Blogger

Salam Keluh,
Henry

Advertisements

Solusi Masalah Perangkat USB Yang Hilang

Solusi Masalah Perangkat USB Yang Hilang

Bila Perangkat USB (USB Device) Anda tiba-tiba menghilang dari Windows Device Manager List, kemungkinan masalah yang terjadi adalah:

  1. Perangkat USB Anda telah tercuri 🙂
  2. Kemungkinan USB Controller pada komputer Anda ter-Disable (ter-nonaktifkan) pada Windows Device Manager
  3. Kemungkinan USB Controller pada komputer Anda ter-Disable (ter-nonaktifkan) pada BIOS Configuration
  4. Kemungkinan USB Controller pada komputer Anda ter-Disable (ter-nonaktifkan) pada Windows Service.msc Configuration

Solusi (berdasarkan urutan nomor di atas):

  1. Beli Perangkat USB Baru 🙂
  2. Klik kanan “My Computer”, lalu pilih dan klik “Properties”, kemudian klik tab “Hardware”, setelah itu klk tombol “Device Manager”. Setelah Device Manager Window terbuka,  pilih dan expand “Universal Serial Bus Controllers”, pilih dan klik kanan USB Controller, lalu pilih dan klik “Enable”, atau klik ganda (/klik kanan) USB Controller untuk membuka USB Controller Properties, kemudian pada “Device usage” pilih “Use this device (enable)”, terakhir klik “OK”.
  3. Masuk BIOS Configuration dengan menekan tombol [Del]/[F2] beberapa kali pada saat Komputer booting/startup, kemudian aktifkan (Enable) USB Periheral yang ter-Disable, langkah terakhir, Simpan (Save) konfigurasi dan keluar (Exit) untuk Restart Komputer. Sebagai Catatan: Harap diingat bahwa BIOS Version, Settings, dan Style pada masing-masing Mainboard bervariasi/berbeda-beda.
  4. Klik “Start” menu, lalu klik “Run”, kemudian ketik: service.msc, selanjutnya klik “OK”. Setelah Anda masuk ke Windows Service (Local) Configuration Window, cari “Removable Storage”, kemudian Klik Ganda atau Klik Kanan “Removable Storage” untuk menampilkan “Removable Storage” Properties. Pastikan pada Toolbox “Startup Type” terpilih “Automatic” (NOT “Disabled”) untuk mengkondisikan USB Controller aktif secara otomatis saat Windows startup. Terakhir, disarankan untuk Restart Komputer. Anda juga bisa menekan tombol “Start” pada “Service Status”, yang berada dalam kondisi “Stopped” atau tidak aktif, untuk mengaktifkan USB Controller secara langsung/instan.

Related Topic:

Solusi Masalah Driver USB setelah Update Service Pack 2

Semoga Bermanfaat
Salam

Solusi Masalah Driver USB setelah Update Service Pack 2

Solusi Masalah Driver USB setelah Update Service Pack 2

Beberapa waktu yang lalau ada Pengunjung (Putri Novelia) yang menanyakan masalah pada USB Driver berhubungan dengan Windows Service Pack dan dukungan Windows Service Pack untuk USB Device, serta konfigurasi USB Device pada Windows MSCONFIG. Berikut ini sedikit uraian sebagai jawaban dari Penulis.

Hampir selalu ada saja resiko masalah dalam setiap aktivitas update software, termasuk update Service Pack 2 pada Windows XP.
# Masalah:
Setelah instalasi (Update) Windows XP Service Pack 2 pada komputer dengan OS Windows XP, USB driver tidak tampak ikut ter-update
# Penyebab:
USB driver muncul dengan nomor versi lama, meskipun file-file driver telah ter-update
# Solusi:
Install Windows XP SP2, lalu update driver USB (2.0) yang terhubung ke komputer Anda.
Untuk mengupdate driver tersebut, lakukan langkah-langkah sbb.:

  1. Klik Start menu, klik Run, tulis: devmgmt.msc, lalu klik OK,
  2. Klik ganda tipe perangkat USB (USB device) yang akan Anda update,
  3. Klik ganda spesifikasi perangkat USB (USB device) yang akan Anda update,
  4. Klik tab Driver, lalu klik Update Driver,
  5. Ikuti petunjuk pada Hardware Update Wizard,
  6. Ulangi langkah ke-2 hingga ke-5 untuk setiap perangkat USB (USB device) yang lain.

Sedangkan pada Service Pack Windows XP 2 mulai Mei 2007, pada MSCONFIG telah ditambahkan Tab “Tool” yang berupa Applications Launcher termasuk Windows Computer Management yang di dalamnya terdapat konfigurasi Disk Management dan Device Manager yang juga mencakup display dan konfigurasi untuk removable media storage (USB Media).

(sumber : Microsoft tech support)

Related Topic:

Solusi Masalah Driver USB setelah Update Service Pack 2

Semoga Bermanfaat
Salam

Tips dan Trik Memberantas Virus Komputer

Tips dan Trik Memberantas Virus Komputer

Di bawah ini Penulis sampaikan tips dan Trik sederhana dalam Pemberantasan Virus Komputer.
Pernah jengkel karena menemui malware (Virus/trojan/worm) yang tidak bisa diberantas dengan AntiVirus-AntiVirus yang terkenal sekalipun?
Mungkin sebagian besar para pemakai komputer pernah mengalaminya, namun menurut pengamatan Penulis selama bertahun-tahun, lebih banyak pengguna komputer yang tidak menyadari akan keberadaan malware (virus/trojan/worm) di dalam mesin komputernya, terutama trojan yang masuk lewat ‘pintu’ di belakang pengguna komputer, atau virus yang tidak terlalu membahayakan, yang mana keberadaan dan aksinya tidak terlalu berdampak pada keseluruhan sistem komputer.
Bilamana Sitem Operasi Komputer Anda adalah OS sejuta umat alias Windows, suatu kali Anda mungkin akan menemui malware yang sangat sulit bahkan tidak bisa dihapus pada lingkungan Normal Windows dikarenakan si virus telah menetap (resident) pada memory komputer Anda.
Lalu bagaimana solusinya? Di bawah ini adalah opsi-opsi solusi yang bisa Anda pilih sesuai keinginan/kebutuhan Anda:

  1. Hapus malware dari dalam lingkungan Windows Safe Mode dengan ‘peralatan perang’ kesukaan Anda, misal ANSAV.EXE atau Anti-Virus-Buatanku.exe.
  2. Secara manual, coba matikan running suspicious services yang sekiranya asing bagi Anda dan tidak Anda perlukan dengan melalui MMC – service.msc atau melalui service configuration pada Windows Control Panel.

  3. Bila No. 1 di atas gagal, yang artinya malware tetap resident di dalam memory walaupun Windows dalam keadaan Safe Mode sekalipun sebagai upaya dari si pembuat virus untuk menyulitkan proses pembasmiannya, maka Anda bisa lakukan pembasmian malware tersebut secara manual tanpa perlu bantuan tool apapun. Untuk perangkat pembasmiannya, Anda bisa membuat REPAIR.INF file dan/atau REPAIR.REG sendiri untuk menghapus dan/atau mengembalikan setting-setting registry yang telah diubah oleh virus, tentu dengan menyesuaikan pola serangan yang dilakukan oleh virus, sehingga konten file REPAIR.INF maupun REPAIR.REG tersebut bisa berbeda pada tiap kasus penyerangan virus. Untuk hal ini, Anda bisa belajar pembasmian virus secara manual dari vaksin.com atau dari situs-situs keamanan komputer terpercaya atau dari computer security e-books. Diperlukan Kerja keras Anda dalam mempelajari seluk beluk tentang malware (eksistensinya, pola hidup, pola penyerangan, dan kebiasaan-kebiasaannya) dan tentang sistem operasi komputer itu sendiri, khususnya hierarki pada Windows System dan hierarki pada Windows Registry, juga seluk beluk software-software yang paling sering digunakan oleh masyarakat umum yang sering digunakan para pembuat virus untuk melancarkan aksinya melalui teknik social engineering seperti pemalsuan ikon virus dengan ikon Microsoft Word, dll. Dengan begitu, diharapkan skill dan feeling Anda akan makin terasah dan peka terhadap kehadiran Threats semacam virus/trojan/worm pada komputer Anda atau komputer jaringan Anda.
  4. Gunakan Live-CD sebagai sarana untuk memberantas malware secara manual. Anda bisa gunakan Linux Live-CD ataupun Windows Live-CD. (highly recommended)
  5. Buat Live-CD sendiri dengan aplikasi Bart’s PE Builder (Bart’s PE Builder digunakan untuk membuat bootable Window CD-Rom/DVD Windows XP atau Windows Server 2003) atau Anda bisa Buat Bootable USB Flash Disk dengan tool semacam Flashboot (FlashBoot adalah sebuah tool untuk membuat Bootable USB Flash Disks) atau aplikasi sejenis lainnya dengan integrasi Portable AntiVirus kesukaan Anda atau buatan Anda sendiri (highly recommended)
  6. Bila tanpa menggunakan Live-CD, Anda bisa coba gunakan Portable Anti Virus yang telah Anda copykan (burn) pada CD atau yang telah disediakan vendor pembuat Flash Disk yang sudah mengintegrasikan Portable Anti Virus atau bila belum ada, Anda bisa gunakan U3 Smart Drive dimana Anda bisa install Portable U3 Portable AntiVirus di dalamnya. Pada Flash Disk biasa, Anda bisa coba install aplikasi dari portableapps.com (recommended)
  7. Bila BIOS komputer Anda telah mengijinkan Booting komputer dari USB Removable Drives semacam Flash Disk, Anda bisa gunakan USB Flash Disk Anda sebagai Bootable Media, yang mana juga telah Anda jadikan sebagai media untuk AutoRun/Non-AutoRun Portable Anti Virus (recommended).
  8. Anda juga bisa menggunakan bantuan Komputer lain yang bebas dari penyakit virus dan yang telah memiliki instalasi Anti Virus yang terpercaya dan up-to-date. Teknisnya, Anda lepas Hardisk komputer yang terinfeksi virus, kemudian hubungkan dengan slot hardisk komputer pembantu tersebut (bisa sebagai master ataupun slave), terakhir tinggal Anda scan hardisk yang telah terinfeksi tersebut dengan menggunakan Anti Virus dari komputer pembantu tersebut, Cara lain, Anda tidak perlu repot mencopot hardisk yang terinfeksi virus, namun Anda tinggal scan dari komputer pembantu melalui koneksi jaringan komputer. Yang paling sederhana Anda menggunakan teknik Cross-Link (koneksi 2 PC melalui kabel). Namun Anda harus berhati-hati bila menggunakan jaringan komputer , karena banyak virus tidak hanya menyerang single (stand-alone) unit PC saja, namun sekaligus jaringan komputer di sekelilingnya.

Catatan:

  • Media Cakram Digital seperti CD+R/DVD+R lebih Penulis sarankan untuk dijadikan sarana pembasmian virus daripada USB Flash Disk dikarenakan CD+R/DVD+R bersifat Read-Only, sehingga Virus tidak bisa menghapus/me-rename semua data di dalamnya.
  • Untuk menghindari pemblokiran aplikasi Anti Virus oleh virus penyerang, sebelum membakar (burning) Portable Anti Virus ke media CD+R/DVD+R, pastikan Anda telah me-rename executable file Anti Virusnya misal: ANSAV.EXE menjadi ~4N54V~.EXE.
  • Matikan terlebih dahulu System Restore
  • Putuskan hubungan dengan Internet dan akan lebih baik lagi juga dengan jaringan (bila komputer yang terserang virus berada dalam sebuah jaringan komputer)
  • Bila File Induk Virus sudah bisa dihentikan aktivitasnya dan/dimatikan, Anda tinggal menghapus anak-anak virus hasil pengembangbiakan si Induk Virus yang sudah berada pada status orphan.
  • Setelah Virus sudah bisa diberantas, Jangan lupa Backup System File Anda dan seluruh database Registry pada Windows Anda (Export All Keys into single big .REG file). Kalau perlu, proteksi file total registry backup tersebut dengan kompresi dan password. Anda bisa restore file tersebut bila satu saat registry pada Windows Anda mengalami data corruption.

Semoga Bermanfaat
Salam

Tips dan Trik Pemakaian Folder Lock 5.7.5 Pada Hardisk Dan Flash Disk

Tips dan Trik Pemakaian Folder Lock 5.7.5 Pada Hardisk Dan Flash Disk
Folder_Lock_5.7.5_-_Main_Options.png

Folder Lock merupakan sebuah Aplikasi Keamanan Terbaik Untuk Perlindungan File dan Folder pada komputer berbasis sistem operasi Windows sekaligus pada USB Removable Drives. Kenapa bisa menjadi yang terbaik? Ya, karena Penulis sudah mempelajari dan menguji coba puluhan (cukup banyak) Aplikasi sejenis di jagat raya ini, dan dari pengalaman Penulis, bisa disimpulkan bahwa hingga artikel ini ditulis, belum ada aplikasi sejenis lainnya yang mampu menandingi kemampuan, kekuatan, kecerdasan, dan keunikan teknik proteksi, serta fitur-fitur dari Aplikasi Folder Lock.
Hingga artikel ini ditulis, Folder Lock versi terakhir/terbaru adalah versi 5.7.8, namun pada Artikel ini Penulis bermaksud untuk berbagi kepada Pembaca yang budiman tentang Tips dan Trik Pemakaian Folder Lock versi 5.7.5.

Fitur Pada Folder Lock versi 5.7.5
1. Mampu Memproteksi dan menyembunyikan File dan Folder dengan teknik kuncian yang sangat sulit untuk dibongkar, sehingga File dan Folder yang diproteksi tidak bisa diakses (inacessible), tidak bisa dilihat (unseen), tidak bisa dihapus (undelete), tidak bisa dipindahkan (unmovable), tidak bisa dimodifikasi (unmodifiable), dan tidak bisa dicopy (uncopy)
2. Memiliki Dua Pilihan Teknik Proteksi (Kuncian):
a. Total Protection: Lock / Scramble / Encrypt File dan Folder di dalam Folder “Locker”
b. Simple Protection: Lock File dan Folder di sembarang lokasi hardisk, di luar folder “Locker” tanpa menggunakan algoritma enkripsi.
— Total Protection (termasuk proteksi data pada Safe-Mode environment).
Proteksi tipe ini mengharuskan Anda memindahkan seluruh File dan Folder yang ingin Anda proteksi ke dalam Folder “Locker” yang telah disediakan Folder Lock di dalam Folder tempat dimana instalasinya berada agar tidak bisa diakses walau dalam Safe Mode sekalipun.
Proteksi jenis ini meliputi Tiga Opsi Teknik Kuncian: Lock (Penguncian sederhana namun tetap cukup kuat walau tanpa pengacakan data sederhana ataupun dengan algoritma enkripsi), atau Scramble (pengacakan data sederhana tanpa algoritma enkripsi yang kuat, namun lebih dari sekedar penguncian sederhana), atau Encrypt (Proteksi optimal dengan pengacakan data menggunakan algoritma yang sangat kuat – AES 256 Bit).
— Simple Protection (tidak termasuk proteksi data pada Safe-Mode environment).
Proteksi tipe ini tidak akan mengenkripsi data yang akan diproteksi dan tidak mengharuskan Anda memindahkan seluruh File dan Folder yang ingin Anda proteksi ke dalam Folder “Locker” tersebut di atas. Jenis kuncian ini tidak berlaku pada Safe Mode environment, sehingga data yang diproteksi akan dengan mudah terlihat dan terakses sepenuhnya pada Safe Mode environment..
3. Menggunakan algoritma enkripsi yang sangat kuat, yakni AES 256 Bit dalam pengenkripsian File dan Folder, .
4. Menggabungkan kekuatan Algoritma AES 256 Bit dengan Proteksi pada tingkat Kernel Level dan Trik Partisi Drive, sehingga File yang diproteksi (khusus hanya dalam Folder Locker-nya) akan tetap terjaga, tidak bisa diakses walaupun dalam mode Safe-Mode ataupun melalui usaha pengaksesan ilegall dengan menggunakan Sistem Operasi lainnya sekalipun
5. Mampu Me-Lock ataupun Mengenkripsi File dan Folder dalam jumlah tak terbatas (paid version).
6. Dalam pemilihan Password, juga diperkenankan penggunaan special characters dan spasi, sehingga akan lebih dan sangat menyulitkan untuk di-hack.
7. Selain bisa digunakan untuk PC, Folder Lock juga Bersifat Portable, sehingga mampu memproteksi File dan Folder pada USB Removable Drives
8. Memiliki Fitur “Hacker Attempts” Log yang berisi catatan (record) Percobaan Pengisian Log In Password Yang salah sebagai notifikasi bahwa seseorang telah melakukan percobaan akses secara ilegal

Folder_Lock_5.7.5_-_Hacker_Attempts_Log.png

9. Fitur Penguncian PC secara otomatis. Bila terjadi kesalahan pengisian LogIn Password lebih dari 3x, secara otomatis Folder Lock akan mengunci PC, dan PC akan tetap terkunci setelah restart atau shutdown. Ini juga sebagai notifikasi bagi Pemilik Folder Lock bahwa telah terjadi percobaan akses secara illegal.
10. Menyediakan Master Key sebagai opsi untuk jaga-jaga bila Pemilik Folder Lock lupa passwordnya
11. Menyediakan Auto Task seperti Auto Program Lock atau Computer Lock, yang secara otomatis tereksekusi setelah sekian menit secara absolut atau setelah sekian menit bila mouse/keyboard tak terpakai ( dalam kondisi idle)
12. Anti-Uninstall Untuk melindungi File dan Folder yang diproteksi juga instalasi Folder Lock, maka pihak pengembang telah membuat Aplikasi Folder Lock ini tidak bisa di-Uninstall tanpa sebelumnya memasukkan Password yang valid/benar/sah.
13. Tidak akan menghapus File yang terproteksi bila Program di-Uninstall. Bila Aplikasi di-Uninstal sesuai prosedur, maka File dan Folder yang terproteksi tidak ikut terhapus, namun akan tetap membiarkannya di dalam hardisk/UFD namun tanpa proteksi.
14. Menyediakan Fitur Stealth Mode (Mode meminimalkan pendeteksian keberadaan aplikasi) dengan personal hotkey sebagai application launcher-nya (paid version)
15. Secure Data Deletion. Menyediakan Penghapusan Data secara Aman (Secure Deletion)
16. Tracks Eraser. Menyediakan penghapusan Tracks seperti Recent Files, dll.
17. Menyediakan 4 Skin yang cantik (paid version) yaitu: ocean blue, crimson red, turtle green, dan purple sparkle.
18. Telah support Windows Vista (hampir 100%) termasuk UAC, fitur Vista yang seringkali menjadi ganjalan bagi para pengembang software maupun pengguna software itu sendiri
19. Satu lisensi, satu proteksi optimal.

Fitur yang dimiliki Folder Lock namun tidak dimiliki oleh Aplikasi sejenis lainnya
1. Hingga artikel ini dibuat, belum ada satupun aplikasi sejenis yang memiliki sekaligus semua fitur Folder Lock tersebut di atas. Aplikasi sejenis lainnya bisa digolongkan miskin (sedikit) fitur.
2. Aplikasi lain hanya memiliki satu teknik kuncian — Simple Lock atau Encrypt File saja,
3. Kebanyakan Aplikasi lain hanya menggunakan algoritma enkripsi maksimal 128 bit atau bahkan bit yang lebih rendah.
4. Tidak ada Aplikasi sejenis lainnya yang mengusung fitur simple data scrambling
5. Kebanyakan Aplikasi sejenis lainnya tidak memproteksi file dalam Safe-Mode (tidak ada Penguncian pada Kernel Level)
6. Kebanyakan Aplikasi sejenis lainnya tidak menyediakan fitur Stealth Mode, Secure Deletion, atau Auto Task.
7. Banyak Aplikasi File Protector lain hanya melindungi dat yang dienkripsi dari akses, tidak dari percobaan penghapusan data ilegall, sehingga data yang terproteksi dengan perlindungan enkripsi 256-bit sekalipun tetap masih mudah terhapus begitu saja.
8. Celakanya, beberapa Aplikasi lain bisa di-Uninstal tanpa perlu memasukkan Password atau Kode tertentu.

Instalasi Folder Lock 5.7.5 Pada Hardisk dan Flash Disk
Dengan Asumsi Anda telah membeli Lisensi Folder Lock 5.5 yang berlisensi Shareware ini, dan telah mendownload dari special location yang disediakan oleh pihak Pengembang Aplikasi khusus untuk para Buyers-nya, termasuk Anda. Maka kini Anda tinggal menginstalnya ke dalam hardisk Anda.
— Pertama-tama, Anda Klik Ganda Folder Lock Setup.exe untuk memulai proses instalasi
— Masukkan Nama dan License Key Anda pada jendela Log In. Lalu ikuti petunjuk selanjutnya.
— Bila Anda bermaksud untuk menginstal Folder Lock 5.7.5 ke USB Removable Drives, seperti Flash Disk, milik Anda untuk Anda jadikan Portable Folder Lock, Anda tetap harus menginstall ke hardisk terlebih dahulu.
— Setelah proses instalasi selesai, Anda diminta untuk Set Password pilihan Anda yang digunakan sebagai Master Password untuk bisa mengakses Folder Lock.
— Untuk Pembuatan Portable Folder Lock yakni Instalasi Folder Lock pada USB Removable Drives seperti external hardisk ataupun USB Flash Drive (Flash Disk), Anda Klik “Browse” pada main window, lalu klik “Move to Portable Disk”, pilih Drive sesuai keinginan Anda. Di sini Anda bisa memilih apakah akan mengcopy-kan instalasi Folder Lock pada internal drive namun berpartisi lain dan/atau pada USB Removable Drive Anda.

Folder_Lock_5.7.5_-_Portable_Folder_Lock.png

Bila sebuah Hardisk milik Anda memiliki tiga partisi, yakni Drive C, D, dan E, maka alangkah baiknya, pada setiap partisi, Anda copy-kan Instalasi Folder Lock pada masing-masing partisi dengan teknik sama seperti saat Anda membuat Portable Folder Lock.
Sebagai catatan: setelah proses Pengcopyan Folder Lock selesai, Anda akan memiliki Password yang sama.pada tiap-tiap drive. Anda bisa mengubah Password pada Flash Disk Anda setiap saat bila Anda menghendaki Password Folder Lock pada Flash Disk Anda berbeda dengan Password Folder Lock pada Internal Hardisk Anda.

Pemakaian Folder Lock 5.7.5 Pada Hardisk dan Flash Disk
Teknik Pemakaian Folder Lock 5.7.5, baik pada hardisk maupun pada USB Removable Drives tida berbeda. Perbedaannya hanya fitur sekunder (selain fitur proteksi) pada USB Removable Drives memiliki sedikit keterbatasan, yakni tidak dimungkinkan fitur deinstalisasi dan fitur stealth-mode.
Teknik Pemakaian:
1. Jalankan Program
2. Masukkan Master Password Anda untuk mengakses Program
3. Bila Password Anda valid/benar, Program akan membuka Folder “Locker” yang dijadikan tempat menampung (container) dari seluruh file dan folder yang diproteksi, namun bila Password salah, maka Program tidak terbuka dan Folder Lock akan mencatatnya sekaligus menganggapnya sebagai “Hacker Attempt” (wrong password attempt). Hati-hati, salah memasukkan password lebih dari 3x, maka Folder Lock akan mengunci komputer Anda atau akan force/abruptly shutdown komputer, walau komputer telah Anda restart, proteksi Lock PC tetap akan aktif. Itulah mengapa Master Key diperlukan, namun sangat tidak disarankan oleh Penulis karena sebagai celah keamanan, dengan asumsi Anda memiliki daya ingatan (password) yang kuat. Sayangnya fitur ini tidak berlaku untuk Windows Vista 32-bit.
4. Seperti dijelaskan di atas dalam Fitur Folder Lock 5.7.5, untuk Teknik Proteksi/Penguncian File dan Folder, Folder Lock 5.7.5 menyediakan 2 Opsi Teknik Kuncian:
a. Total Protection: Lock / Scramble / Encrypt File dan Folder di dalam Folder “Locker”
b. Simple Protection: Lock File dan Folder di sembarang lokasi hardisk, di luar folder “Locker” tanpa menggunakan algoritma enkripsi.

Folder_Lock_5.7.5_-_Folder_Locking_Options_Menu.png

Untuk mengaplikasikan Total Protection:
– Masukkan semua file dan/atau folder beserta seluruh file di dalamnya yang akan diproteksi ke dalam folder “Locker”,
– Klik tombol “Lock” yang berikon anak kunci (key),
– Pilih jenis proteksi sesuai keinginan Anda, Lock/Scramble/Encrypt. Proses ini sekaligus menutup Program Folder Lock.
Sedangkan untuk melakukan Simple Protection, Anda tidak perlu memasukkan file dan folder yang akan diproteksi ke dalam folder “Locker”. Langkah-langkahnya:
– Klik “Browse”,
– Klik “Lock Folders and Drives” yang berikon gembok (padlock),
– Pilih File dan Folder yang akan Anda proteksi, terakhir Anda klik “OK”
– Keterangan: Untuk membuka proteksi (unlock) kuncian Simple Lock ini, Anda Klik “Unlock Folders and Drives”, Pilih File dan Folder yang terproteksi, terakhir, Anda klik “OK”

Tips dan Trik Pemakaian Folder Lock 5.7.5
1. Selalu Gunakan Folder “Locker”.
Karena Simple Protection tidak melindungi File dan Folder yang Anda Proteksi pada Safe Mode environment, maka selalu gunakan folder “Locker” dengan memilih Proteksi yang optimal menggunakan algoritma Enkripsi (Encrypt).
2. Perkuat Password Anda.
Gunakan Password yang tidak mudah ditebak/dikenal orang, namun relatif mudah Anda ingat.
Besaran Bit pada algoritma enkripsi dan Tingkat kesulitan untuk meng-Hack Password Anda tidak hanya tergantung dari kekuatan algoritma enkripsi yang ditanamkan pada Folder Lock 5.7.5, namun juga sangat tergantung pada panjang pendeknya karakter dan jenis karakter yang Anda gunakan sebagai Master Password. Password dengan pilihan kata “admin” lebih mudah di-Hack daripada “4dm1n”, dan password “4dm1n” akan lebih mudah di-Hack daripada “4dm1n15724702 k353p14n”.
Anda bisa mengubah Password Portable Folder Lock pada Flash Disk Anda bila Anda menghendaki agar Password berbeda dengan Password Folder Lock pada Internal Hardisk

3. Teknik Mengakali Hack/Pencurian Password Folder Lock.
– Backup dengan enkripsi lalu Hapus Registry Entry yang berisi Password Folder Lock Anda pada Windows Registry Database:
Registry Path pada: HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\QualityControl -> String Value: _pack.
– Jangan lupa, Saat Anda hendak menjalankan Folder Lock Anda, sebelumnya Anda harus Merge Registry Entry yang telah Anda backup tersebut agar Password Anda valid.
– Matikan Akses ke Windows Registry Editor (lihat No. 6). Catatan: Windows Vista dengan kondisi UAC (User Account Control) aktif akan memberikan jaminan lebih baik daripada UAC non aktif atau varian Windows sebelumnya, karena, walaupun password Folder Lock bisa tercuri dengan sangat mudah via registry, Folder Lock tidak akan ter-hack tanpa hak Administrator atau dengan Standard User. 

4. Usahakan untuk menon-aktifkan Master Key pada Folder Lock Options, dengan asumsi daya ingat Anda cukup kuat untuk mengingat password Anda. Pengaktifan Master Key sama artinya dengan pembukaan celah keamanan proteksi dari Folder Lock ini.
5. Blokir Akses ke Windows Safe Mode. Khusus hanya bila Proteksi File dan Folder yang Anda lakukan menggunakan Simple Lock atau dengan kata lain tidak menggunakan “Locker”, maka rekomendasi dari Penulis, Anda harus sekaligus memBlokir (Disable) Akses ke Windows Safe-Mode karena Proteksi File dan Folder tanpa menggunakan folder “Locker” tidak berlaku untuk lingkungan Windows Safe-Mode, sehingga seluruh Data yang diproteksi akan sepenuhnya bisa diakses oleh orang lain tanpa Log In Password.
6. Blokir Akses ke Windows Registry Editor.
Blokir saja akses ke Windows Registry Editor untuk menghindari pencurian dan manipulasi Password sah untuk akses Folder Lock serta untuk menghindari penghapusan Error Password (Hacker Attempts) Log/Record. Teknik proteksi Windows Registry Editor dengan teknik Pemblokiran
Akses memang terbukti cukup rawan/lemah, namun lebih baik daripada tidak ada proteksi sama sekali.
7. Aktifkan Auto-Task, khususnya Auto-Lock Program setelah sekian menit secara absolut atau setelah mouse dan keyboard tidak Anda gunakan untuk menghindari akses orang lain karena Anda telah meninggalkan komputer namun Anda lupa menutup Program Folder Lock.
8. Backup instalasi Folder Lock. Penulis merekomendasikan Anda untuk membackup instalasi Folder Lock Anda dengan cara dikompres (ZIP/RAR) yang terenkripsi pula (gunakan enkripsi yang cukup kuat seperti Winzip 11.1 yang memungkinkan penggunaan algoritma enkripsi 256-Bit) untuk mengindari serangan black-hacker atau virus/trojan, serta sebagai antisipasi bila Program Folder Lock terhapus baik disengaja atau tidak disengaja.
9. Gunakan Virtual Keyboard. Bila Anda bermaksud menjalankan Portable Folder Lock dari Flash Disk Anda di jaringan komputer publik, pastikan Anda gunakan Virtual Keyboard untuk memasukkan password Anda guna menghindari aktifitas keylogging.
10. Solusi Terhapusnya Program Folder Lock 5.7.5 pada Interneal Hardisk maupun Flash Disk. Bila Program Folder Lock terhapus dari Internal Hardisk ataupun Flash Disk Anda, maka Anda cukup Install Ulang (Re-Install) Program pada path/lokasi instalasi yang sama. Dengan begitu File dan Folder yang Anda proteksi bisa di-recover. Sebagai catatan, Password yang digunakan tetap menggunakan Password terakhir yang Anda gunakan.
11. Solusi Masalah Proteksi Task Manager. Folder Lock akan men-disable (menonaktifkan) akses Windows Task Manager secara sementara saat program dijalankan untuk kemudian di-re-enable lagi setelah program ditutup, juga saat terjadi lebih dari 3 kali kesalahan memasukkan password. Tujuan utamanya agar bila terdeteksi Hacker Attempts (wrong password intrusion), maka Auto-Lock PC tidak bisa dimatikan dengan Task Manager/Control-Alt-Del. Namun pada Vista, seringkali Folder Lock tidak me-re-enable Task Manager kembali setelah program tertutup. Ini sangat mengganggu. Solusinya, buka Notepad dan salin registry entry untuk mengaktifkan Task Manager yang dimatikan Folder Lock seperti tertulis di bawah ini:

Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System]
“DisableTaskMgr”=dword:00000000

Lalu simpan sebagai REG File tersebut dengan nama “Enable_Task_Manager.reg“.
Setelah tersimpan, Klik Ganda file tersebut atau Klik Kanan file tersebut, dan pilih “Merge” untuk dimasukkan ke dalam Windows Registry Database.

Download Folder Lock (Trial Version) di SINI

Semoga Bermanfaat
Salam

Tips Mencegah Data Multimedia Hilang dari WMP Library dan Hardisk

Tips Mencegah Data Multimedia Hilang dari WMP Library dan Hardisk

Pernahkan Anda kehilangan Data Multimedia seperti Lagu dari Hardisk hanya karena menghapus Entry-nya dari Windows Media Player Library?
Windows Media Player menyediakan jendela konfirmasi (pop-up confirmation window) saat User bermaksud menghapus multimedia file seperti lagu yang telah tersimpan dari library-nya.
Jendela konfirmasi tersebut nampak seperti di bawah ini:

WMP11_Delete_Media_From_Library_Confirmation.jpg

Pada konfirmasi tersebut bila kita cermati dan tak berhati-hati dalam menentukan opsi, maka salah-salah Anda tidak hanya menghapus lagu Anda dari Windows Media Library saja seperti yang semisal Anda maksudkan, namun sekaligus akan menghapus lagu tersebut juga dari hardisk Anda.
Nah, siapa yang tidak menangis kehilangan lagu favoritnya.
Pertanyaannya, kalau lagu favorit, kenapa musti dihapus dari Windows Media Library? Ya, mungkin saja Anda tidak menginginkan sembarang orang bisa melihat dan mendengarkan serta mengkopi konten lagu favorit Anda tersebut yang telah susah payah Anda download secara ilegal 🙂 maksudnya telah Anda beli sedikit agak mahal plus telah Anda susah payah tambah sendiri tag-tagnya termasuk download dan pasangkan cover/album art-nya. “Enak saja ngopi!”, mungkin itu pikir Anda.

Perhatikan Dua Opsi di atas:

  1. “Delete from library only” yang artinya Anda hanya menghapus lagu Anda dari Windows media Library saja, atau
  2. “Delete from library and my computer” yang artinya Anda menghapus lagu Anda dari Windows media Library sekaligus dari hardisk anda

Dan di bawahnya ada satu check box (don’t show this message again) yang bila Anda centang akan menonaktifkan jendela konfirmasi penghapusan data multimedia secara permanen.
Dengan asumsi sebelum Anda klik OK, Anda telah centang check box tersebut, namun ternyata Anda telah memilih Opsi ke-2 karena pada saat Anda pilih opsi tersebut, Anda memang bermaksud akan menghapusnya dari library sekaligus dari hardisk Anda.
Celakanya pada kesempatan lain Anda bermaksud hanya menghapus lagu Anda dari library tapi masih menginginkan file lagu tersebut tetap tersimpan di hardisk. Karena jendela konfirmasi sudah hilang selamanya, maka setiap Anda hapus lagu Anda dari library, secara otomatis, lagu tersebut jugaikut terhapus dari hardisk Anda.
Haduh! Lalu bagaimana solusinya? “Saya ingin mengembalikan jendela konfirmasinya lagi agar bisa memilih opsi sesuai kebutuhan yang mungkin bisa berubah-ubah, agar lagu saya tidak ikut terhapus lagi dari hardisk”, mungkin itu yang Anda harapkan.

Di bawah ini ada Registry Entry file yang sudah saya lacak keberadaanya dan saya simpan sebagai REG File untuk mengembalikan kemunculan jendela konfirmasi penghapusan data multimedia dari Windows Media library dan/atau hardisk:

Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\MediaPlayer\Preferences\Prompts\MediaFromLibraryV11]
“Confirm”=dword:00000001

Salin Registry Entry File di atas ke dalam Windows Notepad, lalu simpan sebagai REG File dan beri nama sembarang, misal: “Del_Media_From_Library_With_Confirmation.reg“. Setelah tersimpan, Klik ganda atau klik kanan REG File tersebut, lalu klik “Merge”

Sebenarnya konfigurasi penghapusan file multimedia dari hardisk terdapat pada Windows Media Player Options, namun disitu tidak terdapat fitur untuk menonaktifkan dan mengaktifkan kembali jendela konfirmasi penghapusan data multimedia dari Windows Media library dan/atau hardisk. Pada Windows Media Player Options, masuk ke tab “Media Library”, hilangkan tanda centang pada check box “Delete item from your computer when deleted from library”, lalu simpan konfigurasi dengan klik “OK”. Bisa dikatakan bahwa artikel sederhana yang bernuansa kurang kerjaan ini 🙂 lebih ditujukan bila Anda kehilangan jendela konfirmasi tersebut dan ingin memunculkannya kembali.

Don’t ever loose your tunes that gives you breath and spirit of life
Salam

Tips dan Trik Seputar User Account Control (UAC) Pada Windows Vista

Tips dan Trik Seputar User Account Control (UAC) Pada Windows Vista
UAC_Vista_-_Main_Setting_On_or_Off_thumbnail.jpg

Apa itu User Account Control (UAC)?
User Account Control (UAC) merupakan sebuah fitur tekhnologi keamanan dari Microsoft yang dtanamkan ke dalam Sistem Operasi (OS) Windows Vista. Infrastruktur keamanan pada UAC yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan jaminan keamanan dalam sistem operasi Windows ini tidak terdapat pada sistem operasi Windows sebelum Vista yakni Windows 3.1, 95, 98, 98SE, Me, 2000, ataupun 2003.
UAC dibuat untuk mencegah terjadinya perubahan sistemik secara ilegal pada beragam konfigurasi di dalam komputer yang berbasis sistem operasi Windows Vista. Dengan kata lain, UAC yang bisa ditengarai sebagai jantung keamanan Vista ini ditujukan untuk melindungi beragam konfigurasi seperti konfigurasi sistem Windows, konfigurasi User, serta konfigurasi instalasi Program pada komputer yang berbasis sistem operasi windows Vista dari perubahan ilegal yang tidak diinginkan oleh Siapapun yang tidak mendapatkan tingkat hak akses dan kontrol komputer setara dengan Administrator (administrator privilege).
Oleh karena itu, hanya Account Administrator dan Account User yang memiliki/mendapatkan tingkat hak akses dan kontrol komputer setara dengan Administrator (Administrator Privilege) sajalah yang bisa melewati proteksi UAC ini untuk melakukan aktivitas/kegiatan dalam menggunakan dan mengontrol komputer.

Pola Kerja User Account Control (UAC)
Dalam menjalankan tugasnya, UAC akan merespon beberapa aktifitas tertentu dari User dalam penggunaan komputer yang dianggap UAC berpotensi atau bisa dipastikan akan berpengaruh terhadap konfigurasi sistem Windows, konfigurasi User Account, ataupun konfigurasi instalasi Program, sehingga menimbulkan perubahan konfigurasi yang tidak diinginkan yang pada akhirnya berpotensi menciptakan ketidakstabilan hingga kerusakan sistem secara keseluruhan.
Dalam merespon, UAC akan memblokir aktivitas tersebut dengan sebelumnya melakukan otorisasi User dan konfirmasi kepada User dengan mengecek tingkatan User Account yang bersangkutan. Bila User tersebut adalah Administrator atau User yang diberi hak akses dan kontrol setara Administrator, UAC hanya akan meminta konfirmasi kepada User tersebut, apakah User akan tetap melakukan aktivitas tersebut atau membatalkannya, tanpa meminta User untuk memasukkan Password Administrator. Namun, bila User tersebut User lainnya seperti User dengan Account sebagai User Standar default dan Guest, maka UAC akan meminta otorisasi (authorization) dengan tingkatan Administrator (administrator privilege) dari User yang bersangkutan dengan meminta User untuk memasukkan Password Administrator terlebih dulu untuk bisa melakukan aktifitasnya. Bila User tersebut tidak bisa memasukkan Password Administrator dengan benar, maka UAC akan memblokir aktifitasnya dan menganggap User tersebut sebagai unauthorized person yang tidak memiliki tingkatan hak akses dan kontrol administratif sesuai yang telah ditentukan, dan aktifitasnya dianggap sebagai illegal operation, sehingga dia tidak diperkenankan untuk melakukan aktifitasnya tersebut.
Dengan begitu, terlihat jelas bahwa UAC sangat berperan sebagai Windows Gate Guardian yang ditugaskan dan difungsikan juga untuk menangkal masuknya program-program yang bersifat mengganggu semacam virus atau malware lainnya, dan mencegahnya tereksekusi dan menyebar ke dalam komputer yang dilindunginya.
Selain itu, UAC ini juga bisa menjadi solusi sederhana yang relatif cukup baik untuk menghindari dan mencegah instalasi program yang tidak diinginkan/diperkenankan oleh Administrator.

Aktifitas User Yang Memicu Respon UAC (UAC Prompts)
Berikut adalah Aktifitas-Aktifitas User yang membuat UAC menampilkan Jendela Otorisasi (Authorization Windows) dan Jendela Konfirmasi (Confirmation Window):

  1. Instalasi, Reinstalasi, dan Deinstalasi Software/Program
  2. Instalasi Driver untuk Hardware
  3. Instalasi ActiveX Controls
  4. Mengubah (Modify), Menghapus (Delete), Menyalin (Copy), dan Mengganti (Replace) File atau Folder pada Folder Windows dan Program Files
  5. Perubahan Konfigurasi UAC
  6. Perubahan Konfigurasi User Accounts
  7. Penambahan User Accounts ataupun Penghapusan User Accounts
  8. Klik “Run As Administrator” Guna Menjalankan Sebuah Program
  9. Perubahan Konfigurasi pada Windows Firewall
  10. Perubahan Konfigurasi pada Windows Update
  11. Me-Restore Sistem yang terBackup dengan WIndows System Restore
  12. Menjalankan Tugas-tugas otomatis (Task) yang sudah terjadwal dengan Task Scheduler
  13. Melihat atau Mengubah File dan Folder User Lain.
  14. Memperbaiki Network Connection yang membutuhkan IP Address Baru
  15. Konfigurasi Parental Control

UAC Hanya Memproteksi Folder Spesial Pada Partisi System Drive (Drive C), Bukan Partisi Lain
Bisa dikatakan bahwa UAC hanya akan melindungi konten data berupa konfigurasi sistem Windows, Instalasi Program, dan konfigurasi User pada Partisi Drive Root (Drive C) saja.
Ini terlihat secara kasat mata pada kejadian pemblokiran beberapa aktifitas User yang berkaitan atau ditujukan pada lingkungan Partisi Drive C, seperti proses instalasi program ke Drive C atau aktifitas semacam Mengubah (Modify), Menghapus (Delete), Menyalin (Copy), atau Mengganti (Replace) File atau Folder pada Folder Windows dan Folder Program Files beserta sub directoriesnya pada Drive C. Namun, UAC tidak memblokir aktifitas yang sama untuk folder lain pada Drive C dan juga untuk (ke/di) Partisi Drive lain.
Jadi mengingatkan kita pada Folder instalasi Kaspersky Internet Security yang mana kita sama sekali tidak bisa mencopykan data apapun ke dalam instalasi folder Kaspersky, kecuali melalui Safe Mode.

UAC Menghambat Proses Pembersihan/Penghapusan File Secara Aman
Sebagai efek dan konsekuensi logis yang negatif dari proteksi UAC terhadap konten data pada Drive Root (Drive C) agar tidak terhapus oleh unauthorized person, UAC menghambat bahkan menggagalkan proses pembersihan/penghapusan file, baik secara aman (secure deletion) dengan teknik file shredding, ataupun dengan menggunakan normal Windows deletion (non-secure deletion) pada Drive C. Namun, UAC tidak memblokir penghapusan file untuk (ke/di) Partisi Drive lain.
Beberapa program File Shredder baru yang Penulis coba, semuanya gagal melewati proteksi UAC dalam proses pembersihan data pada Partisi Drive Root (Drive C), dan Penulis terpaksa harus melakukan trik sederhana, yakni menonaktifkan UAC terlebih dahulu agar semua program tersebut bisa berjalan dengan baik dan benar.

Cara Mengaktifkan dan Menonaktifkan UAC
UAC : Sebuah Fitur Bagus Yang Bermanfaaat Sekaligus Menjengkelkan
Setelah mengetahui fungsi dan manfaat dari UAC seperti yang tertulis di atas, kemungkinan besar Anda tidak akan berpikiran untuk menonaktifkannya. Untuk apa mematikan UAC?
UAC memang jelas sangat bermanfaat bagi Administrator atau pemilik komputer, namun perlu diingat bahwa tujuan keberadaan UAC adalah untuk Keamanan belaka, bukan Kenyamanan pengguna komputer. Bagi Pemula, bagi Orang sibuk dan praktisi yang butuh kecepatan waktu dan kepraktisan, bagi Orang yang tidak suka repot dan gangguan pertanyaan, dan bagi para Installer, pengaktifan UAC yang akan terus-menerus ‘bertanya’ kepada Mereka permasalahan otorisasi (authorization) hanya merepotkan mereka saja.
Namun yang mungkin menjadi pertanyaan balik dari Microsoft kepada Mereka: “Bila Anda semua mematikan UAC pada komputer Anda, Apakah Anda semua siap ‘membayar mahal harganya’?, Apakah Anda semua mau komputer Anda diobok-obok orang lain, diinfeksi virus, atau disusupi trojan?”
Secara Default UAC dalam kondisi Aktif/On, namun Anda tetap diperkenankan untuk menonaktifkan UAC secara manual.
Penulis hanya menyarankan agar UAC dinonaktifkan hanya untuk keperluan sesuatu hal yang bersifat sementara saja, misalnya bila Anda dalam kondisi sedang melakukan instalasi program, apalagi bila banyak program, sangat disarankan agar UAC dinonaktifkan terlebih dahulu, terutama bila vendor program yang akan diinstal tidak memberikan penjelasan bahwa software buatannya tidak bermasalah dengan UAC WIndows Vista. Oleh karena itu, manfaat penonaktifan UAC terbukti bisa meminimalkan kesalahan prosedur instalasi program, yang mana ditujukan untuk menghindari crash program atau kegagalan instalasi.

:: Cara Menonaktifan UAC ::

1. Cara Menonaktifan UAC Dari Windows Control Panel
– Buka “Control Panel”
– Klik “User Accounts and Family Safety”
– Klik “User Accounts”
– Klik “Turn User Account Control on or off” sehingga muncul window seperti di bawah ini:

– Hapus Tanda Centang (Unmark) pada Check Box “Use User Account (UAC) to help protect your computer”
– Klik “OK”
– Terakhir, Klik “Restart Now” pada Restart Confirmation Window

2. Cara Menonaktifan UAC Dengan Eksekusi Registry Entry File
Salin Registry Entry File di bawah ini ke Notepad Anda:

Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System]
“EnableLUA”=dword:00000000

– Lalu simpan dengan All Files setting dengan nama, misal: UAC_Vista_Disabled.reg,
– Setelah tersimpan, klik ganda file tersebut atau klik ganda file tersebut, lalu klik “Merge”,
– Kemudian, pada konfirmasi dari Windows, klik “Yes”,
– Terakhir, Restart Windows/Komputer.

:: Cara Mengaktifkan Kembali UAC ::

1. Cara Mengaktifkan UAC Dari Windows Control Panel
– Buka “Control Panel”
– Klik “User Accounts and Family Safety”
– Klik “User Accounts”
– Klik “Turn User Account Control on or off” sehingga muncul window seperti gambar di atas:
– Beri Tanda Centang (Mark) pada Check Box “Use User Account (UAC) to help protect your computer”
– Klik “OK”
– Terakhir, Klik “Restart Now” pada Restart Confirmation Window

2. Cara Mengaktifkan UAC Dengan Eksekusi Registry Entry File
Salin Registry Entry File di bawah ini ke Notepad Anda:

Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System]
“EnableLUA”=dword:00000001

dan Anda bisa menyimpannya dengan nama, misal: UAC_Vista_Enabled.reg.

UAC_Windows_Vista_Reg_Path.jpg

Catatan: Pada teknik eksekusi Registry Entry File ini, UAC tidak akan mem-pop-up dialog box untuk “Restart Now” atau “Restart Later”. Anda harus melakukan Restart secara manual.
Cara ini Penulis buat untuk tujuan kepraktisan saja, 1. Tidak perlu masuk ke User Accounts dalam Control Panel, namun tinggal eksekusi shortcut Reg di Desktop saja, dan 2. Saya tidak terganggu Pop-Up Restart Windows, terlebih, Penulis sendiri sering banyak melakukan beberapa aktivitas komputer, jadi saya lebih sering memilih opsi “Restart Later” daripada “Restart Now”. Berapa detik dan menit yang harus kita korbankan hanya untuk menunggu proses restart komputer?

3. Cara Pengaktifan UAC Melalui Windows Security Control
Untuk mengaktifkan UAC melalui Windows Security Control
– Klik Ganda Ikon Security Center pada taskbar (bawah kanan desktop) untuk memunculkan window seperti di bawah ini

UAC_Vista_Setting_In_Windows_Security_Center_thumb.jpg

– Terakhir, Klik “Turn on now”.

Konfigurasi User dengan UAC
Seperti disampaikan oleh Mr. Vista bahwa Sangat disarankan untuk membuat Standard Account User selain Account Pertama yang dibuat pada proses instalasi Windows Vista yang secara default dan otomatis menjadi Administrator Account yang tidak lain adalah pemilik komputer itu sendiri.
UAC akan lebih bermanfaat dan bermakna dengan fungsi yang optimal bilamana pengguna stand alone Vista computer membuat Standard Account User. Sebagaimana kita ketahui, manfaat pembuatan dan keberadaan Standar User Account ini untuk tujuan keamanan semata guna menghindari dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi seperti perubahan ilegal pada konfigurasi sistem Windows, konfigurasi User dan konfigurasi instalasi seluruh program (yang telah dibuat Administrator) oleh siapapun juga yang tidak memiliki/diberikan hak akses dan kontrol komputer oleh Administrator.
Untuk aktivitas penggunaan komputer sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan dunia luar seperti kegiatan browsing, chatting, atau berkirim email melalui jaringan lokal atau internet, default User (pemilik komputer) sangat disarankan untuk tidak Log In dengan menggunakan Administrator Account-nya, namun dengan menggunakan Standard Account User yang memiliki tingkatan hak akses dan kontrol komputer hampir setara dengan Administrator Account, dengan tetap diberikan pembatasan-pembatasan hak tertentu. Namun pembatasan-pembatasan tersebut lebih sedikit daripada Guest Accont yang hanya memiliki hak akses komputer yang sangat terbatas.
Disinilah peran UAC tampak sangat menonjol, dimana UAC akan meminta otorisasi dan request Hak sebagai Administrator kepada Administrator yang telah menggunakan Standard Account.
Tentu saja Administrator akan mudah sekali melewati proses otorisasi ini karean tidak akan menemui kesulitan memasukkan passwordnya sendiri yang telah ia buat untuk LogIn dengan Account Standard User Account.
Lain halnya bilamana seseorang lain yang tidak dikenal, walau misalnya telah berhasil membajak Standard Account User sekalipun, ia akan tetap kesulitan melewati proses otorisasi dari UAC karena tidak memiliki hak setingkat Administrator dan tidak memiliki password Administrator yang valid untuk melakukan restricted activities.

Tiga Tipe User Account:

– 1. Administrator
User dengan tipe ini memiliki hak akses dan kontrol sepenuhnya terhadap konfigurasi sistem, konfigurasi User, dan konfigurasi instalasi program.
User tidak memiliki keterbatasan apapaun karena bisa melakukan apa saja pada komputer, termasuk menambah atau menghapus User lain, instalasi atau deinstalasi program, juga mengubah seluruh ragam konfigurasi di dalam komputer, dan sebagainya.
Bila UAC diaktifkan, UAC hanya akan meminta konfirmasi “Ya” atau “Tidak”, “Continue” atau “Cancel”, tanpa meminta User untuk memasukkan password Administrator saat User bermaksud melakukan aktivfitas-aktifitas tertentu yang dianggap UAC sebagai restricted activity/operation.

– 2. Standard User
User dengan tipe ini memiliki hak akses dan kontrol komputer yang hampir setara dengan Administrator dengan keterbatasan-keterbatasan hak akses dan kontrol tertentu.
User bisa melakukan hampir semua hal dengan komputer selama dianggap tidak mempengaruhi keseluruhan konfigurasi komputer secara global.
User bisa melakukan instalasi dan deinstalasi program, membuat dan menghapus file, serta menjalankan progem-program.
User ini bisa menjalankan beberapa aktifitas penggunaan komputer dengan hak akses dan kontrol komputer yang dimiliki User Administrator selama User ini bisa memasukkan Password Administrator yang diminta UAC dengan benar dalam proses otorisasi (authorization). Hanya bilamana aktifitas Standard User dianggap akan mempengaruhi konfigurasi sistem, konfigurasi user, konfigurasi UAC, juga konfigurasi Program-program yang telah terinstal pada folder Program files, maka UAC akan meminta User untuk memasukkan password Administrator.

– 3. Guest
User tipe ini sebenarnya tidak memiliki User Account.
User memiliki keterbatasan maksimal, sehingga sama sekali tidak diijinkan untuk mengubah apapun, tetapi diijinkan untuk menjalankan aplikasi-aplikasi tertentu
Sesuai dengan namanya, Guest ibarat seorang tamu dari luar yang dipersilakan masuk rumah untuk melihat-lihat isi rumah dan diperkenankan memegang beberapa barang diantaranya, namun sedikitpun tidak akan diperbolehkan mengubah susunan barang-barang yang sudah diatur oleh si pemilik rumah yang dalam hal ini adalah Administrator.

Tips dan Trik Instalasi Program Dengan Proteksi UAC
Realita
Pertama, UAC masih menyulitkan para pengembang software untuk lebih leluasa mengaplikasikan karya softwarenya, baik program induknya maupun sub-sub routine programnya pada sistem operasi Windows Vista.
Realita Kedua, hingga detik saat artikel ini ditullis, masih banyak software yang sebenarnya sudah compatible dengan sistem operasi Vista, namun belum sepenuhnya bisa diaplikasikan dengan kondisi UAC aktif, karena belum/tidak compatible dengan UAC Vista.
Contoh: Software 3ds Max 2008 sudah support Windows Vista, namun Backburner-nya tidak akan terinstall dengan prosedur yang benar dan tidak akan bekerja (pasca instalasi) dalam kondisi UAC aktif.
Realita Ketiga, Beberapa Program pihak ketiga atau beberapa sub-routine program pihak ketiga justru menghendaki UAC dalam kondisi aktif (on) agar bisa berjalan dan berfungsi dengan baik dan benar, bahkan beberapa program tertentu tidak akan berfungsi sama sekali bilamana UAC dinonaktifkan (off).
Realita Keempat, User dengan Account Administrator pun akan mengalami kerepotan dengan selalu bolak-balik menonaktifkan dan mengaktifkan kembali UAC sebagai keharusan untuk keperluan tertentu.

Untuk keperluan instalasi program, yang paling baik adalah dengan mengikuti prosedur yang benar seperti yang telah ditentukan oleh pihak pengembang softwarenya, apakah UAC seharusnya/sebaiknya dinonaktifkan terlebih dulu sebelum proses instalasi dilakukan atau malah harus diaktifkan. Dari kebanyakan software yang beredar di planet kita ini, tentu lebih tidak menghendaki UAC aktif, namun para pengembang software untuk Windows pada masa kini mau tidak mau harus mengikuti policy Microsoft perihal UAC pada Windows Vista, yang artinya mau tidak mau mereka harus bisa menyesuaikan software yang dibuatnya agar tetap bisa berjalan dengan kompatibilitas penuh dengan pola kerja UAC (kecuali bila mereka tidak ingin bermain-main di lingkungan Windows Vista).
Teknik Penyesuaian tersebut kita kenal dengan istilah Software Elevation atau yang tampaknya lebih dikenal dengan nama Manifest yang sengaja dibuat untuk menaikkan tingkatan aplikasinya setara dengan administrator privilege yang tentu saja untuk meminimalkan hingga menghindari UAC Prompt.
Sebagai contoh, Software Setup yang tidak disertai Manifest akan dianggap UAC sebagai Aplikasi yang membutuhkan hak administrator privilege yang bilamana dieksekusi akan memicu (trigger) UAC Prompt.
Untungnya, pihak Microsoft sendiri juga telah mengurangi ‘kepekaan’ UAC terhadap banyak sub-routine guna meminimalkan intensitas triggering UAC Prompt.

Namun bila Anda kerepotan bolak balik menekan ‘saklar’ UAC dari posisi ON ke posisi OFF, lalu ke posisi ON lagi, dst..dst., maka dari beberapa percobaan yang dilakukan Penulis dan seorang rekanan Teknisi, ada beberapa software yang hanya bisa diinstal dan berjalan lebih mulus walau dalam kondisi UAC aktif bilamana Instalasi program dilakukan di lingkungan Safe Mode (safe mode environment).
Tada salahnya dan akan lebih bijaksana bila Anda melakukan trial and error test dalam instalasi program yang Anda inginkan dalam keadaan UAC aktif.
Namun, dengan tetap memperhatikan karakteristik tiap software, bilamana UAC terbukti mengganggu proses instalasi, Penulis menyarankan untuk menonaktifkan UAC terlebih dahulu sebelum Anda melakukan instalasi program, dan aktifkan kembali UAC setelah proses instalasi selesai. Sekali lagi, ini ditujukan untuk menghindari kegagalan instalasi program karena ‘interupsi pertanyaan dan konfirmasi’ dari UAC.
Untungnya, software-software masa kini makin banyak yang tidak terganggu proses instalasinya walaupun dengan hujan interupsi dari UAC sekalipun.

Semuanya perlu percobaan, analisa, dan pembuktian, dan keberanian untuk melakukan Trial & Error Test…
seperti plesetan singkatan UAC : bukan Untuk Apa Cinta, tapi Untuk Anda Coba :mrgreen: .

References:

  • Berbagai Sumber
  • Pengalaman dan Percobaan Penulis dan Rekanan


Semoga Bermanfaat
Salam